Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Kabar meninggalnya Lucky Element menyita perhatian publik. Perhatian tersebut kian besar setelah terungkap bahwa Tokoh Musik tersebut mengidap tuberkulosis ginjal.
Tuberkulosis ginjal merupakan salah satu bentuk tuberkulosis di luar paru-paru yang tergolong jarang terdeteksi. Penyakit ini kerap luput dari perhatian karena gejalanya tidak khas dan berkembang secara perlahan.
Selama ini, tuberkulosis (TB) lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Padahal, dalam Sebanyaknya kasus, bakteri Dalang TB dapat menyebar ke organ lain melalui aliran darah, termasuk ginjal dan saluran kemih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa Kenyataannya tuberkulosis ginjal yang diidap Lucky Element?
Apa itu tuberkulosis ginjal?
Mengutip Healthline, tuberkulosis ginjal Merupakan bentuk tuberkulosis yang jarang terjadi dan menyerang ginjal. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 10,6 juta orang di seluruh dunia tertular TB pada 2021.
Sekalipun, kasus TB ginjal relatif jarang dibandingkan TB paru.
Penyakit ini terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberculosis menyebar ke ginjal melalui aliran darah, umumnya berasal dari infeksi TB paru yang terjadi sebelumnya.
Bakteri TB dapat berdiam di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Ketika daya tahan tubuh menurun, misalnya akibat usia, penyakit tertentu, atau gangguan sistem imun bakteri tersebut bisa kembali aktif dan menyebabkan infeksi pada ginjal.
Melansir Radiopaedia, infeksi ini tidak hanya menyerang jaringan ginjal (parenkim), tetapi Bahkan dapat melibatkan sistem pengumpul urine seperti kaliks, pelvis ginjal, ureter, Sampai sekarang kandung kemih.
Karena prosesnya berlangsung perlahan, banyak penderita baru menyadari penyakit ini saat kerusakan ginjal Sebelumnya cukup berat.
Gejala tuberkulosis ginjal
Tuberkulosis ginjal memiliki gejala yang tidak spesifik. Melansir berbagai sumber, beberapa keluhan yang umum muncul antara lain:
• Nyeri pinggang atau nyeri perut
• Darah dalam urine (hematuria)
• Penurunan berat badan
• Demam
• Nyeri saat buang air kecil
• Sering buang air kecil
Karena gejalanya samar, banyak pasien mengalami keterlambatan diagnosis. Dalam Sebanyaknya kasus, tuberkulosis ginjal baru terdeteksi setelah terjadi penyempitan saluran kemih, pembengkakan ginjal, atau penurunan fungsi ginjal yang signifikan.
Diagnosis tuberkulosis ginjal
Diagnosis tuberkulosis ginjal tidak Setiap Saat mudah. Sesuai ketentuan berbagai sumber medis, dokter umumnya melakukan kombinasi pemeriksaan, seperti:
• Pemeriksaan urine berulang untuk mendeteksi bakteri TB
• Tes darah dan tes TB, seperti tes kulit atau IGRA
• Pemeriksaan pencitraan, seperti USG atau CT scan, untuk melihat kerusakan ginjal
• Biopsi ginjal, yang menjadi pemeriksaan paling Tidak mungkin tidak untuk memastikan diagnosis
Terapi tuberkulosis ginjal
Terapi tuberkulosis ginjal pada dasarnya sama dengan TB paru, Disebut juga menggunakan kombinasi antibiotik jangka panjang selama 6-9 bulan. Medis yang umum digunakan meliputi isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol.
Meski Terapi efektif untuk membunuh bakteri, pada beberapa kasus kerusakan ginjal yang Sebelumnya terjadi tidak dapat sepenuhnya pulih. Bila ginjal mengalami kerusakan berat atau tidak lagi berfungsi, tindakan operasi seperti nefrektomi atau pengangkatan ginjal bisa menjadi pilihan terakhir.
Pemeriksaan medis secara menyeluruh serta kewaspadaan terhadap gejala saluran kemih yang tidak biasa menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
(nga/tis)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
