Jakarta, CNN Indonesia —
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku belum menerima informasi terbaru terkait kelanjutan insentif otomotif pada 2026. Meskipun demikian disebutkan pelaku industri otomotif Berencana tetap berjalan walau tanpa kepastian dukungan fiskal pemerintah.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan pihaknya belum mendengar apa pun soal insentif otomotif Berencana kembali diberikan atau tidak tahun ini.
“Belum dengar apa-apa (soal kelanjutan insentif). Tidak tahu-tahu saya, pokoknya kami jalan, jangan ngarepin ini itu,” kata Jongkie di Jakarta, akhir pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Jongkie menilai pemerintah pada dasarnya tidak menginginkan penjualan otomotif surut sebab sektor ini dianggap berkontribusi besar terhadap penerimaan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami Setiap Waktu bilang, pemerintah Jelas memikirkan. Siapa yang Ingin penjualan otomotif turun? Pemerintah Bahkan tidak Ingin, pemerintah Wajib duit. Kan saya bilang, dari harga Kendaraan Pribadi itu 40 persen masuk ke kantong pemerintah,” katanya.
Menurut Jongkie keputusan terkait pemberian insentif tidak bisa dilihat hanya dari kepentingan industri otomotif semata. Pemerintah Dianjurkan mempertimbangkan berbagai sektor dan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
Baginya asosiasi maupun produsen memilih pasrah terkait kelanjutan insentif otomotif di dalam negeri.
“Tapi memang, banyak aspek yang Dianjurkan diperhatikan oleh pemerintah. Kami ini (industri otomotif) sepotong doang. Jadi pemerintah yang lebih tahu, kami pasrahkan. Sementara kami jalan saja dulu,” ujarnya.
Usulan insentif 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya Pernah mengajukan usulan insentif dan stimulus bagi sektor otomotif kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurutnya insentif untuk sektor otomotif merupakan salah satu upaya pemerintah melindungi tenaga kerja pada industri padat modal itu.
“Kami Sebelumnya kirim dan Jelas seperti yang Setiap Waktu kami sampaikan bahwa program yang kami usulkan atas nama perlindungan tenaga kerja, Sekaligus kekuatan atau penguatan manufaktur bidang otomotif yang Pada akhirnya Berencana Menyajikan kontribusi kepada perekonomian,” kata Agus awal bulan ini.
Agus bilang usulan tersebut dirancang lebih komprehensif dan terukur dibandingkan skema insentif pada masa Virus Corona.
Penjelasan Ia insentif yang diusulkan kali ini Pernah disusun secara lebih detail dengan mempertimbangkan berbagai aspek, misalnya segmentasi kendaraan, teknologi, Sampai saat ini Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Ditambah lagi dengan, pemerintah Bahkan Menyajikan perhatian khusus terhadap pengembangan kendaraan ramah lingkungan.
Agus menambahkan penyusunan usulan insentif ini melalui proses yang panjang dan Sebelumnya melibatkan pelaku industri, dalam hal ini Gaikindo.
(ryh/fea)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
