loading…
Indonesia tetap melanjutkan Produk Impor minyak mentah dari Rusia untuk menjaga ketahanan energi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri di tengah risiko kebijakan tarif AS. FOTO/SCMP
“Saya menyampaikan ketersediaan untuk crude kita insyallah Terpercaya, termasuk bagian daripada Rusia. Nanti yang teknis lainnya dari Rusia saya Berencana menjelaskan pada waktu yang tepat,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dikutip dari South China Morning Post, Kamis (24/9/2026).
Baca Bahkan: China Kecam Ancaman Tarif AS 100% terhadap Pembeli Minyak Rusia
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kebijakan baru AS yang Memanfaatkan tekanan terhadap Rusia. Pemimpin Negara Donald Trump pada 18 September 2026 menandatangani Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026, yang Menyajikan kewenangan kepada Pemimpin Negara AS untuk mengenakan tarif Sampai saat ini 100% terhadap barang dari negara tertentu yang menjadi pembeli besar energi Rusia atau Mendukung menghindari Hukuman. Sekalipun, aturan tersebut tidak secara langsung menetapkan Indonesia sebagai sasaran tarif.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











