loading…
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam acara groundbreaking proyek PSEL di Kota Bekasi, Jabar, Rabu (26/8/2026). FOTO/dok.SindoNews
“Inisiatif ini Nanti akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi. Inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi Penanaman Modal, diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90 persen,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir di Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Baca Bahkan: DSI Buka Suara soal Hitungan Tarif Produk Ekspor 3 Barang Dagangan, Beban Baru Badan Usaha?
Pandu mengatakan proyek PSEL Kota Bekasi merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi listrik secara terstruktur dan profesional. Dari sisi lingkungan, proyek tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 70% dari timbulan sampah terolah di Kota Bekasi, menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) Sampai saat ini 80%, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.
Menurut Ia, proses pemilihan mitra proyek Pernah terjadi dilakukan melalui evaluasi dan Perundingan yang ketat. Pada 2-30 Januari 2026, sebanyak enam konsorsium mengajukan proposal, tetapi hanya dua konsorsium yang lolos evaluasi untuk melanjutkan ke tahap Perundingan pada Januari Sampai saat ini Februari 2026.
Setelah proses tersebut, Danantara menandatangani Joint Venture Agreement pada Maret 2026 dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada April 2026. Proyek PSEL Kota Bekasi kemudian ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional pada Mei 2026 dan memasuki tahap groundbreaking serta penandatanganan perjanjian jual beli listrik pada Rabu.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











