loading…
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melaporkan kinerja pada semester I-2026. FOTO/dok.SindoNews
“Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan neraca yang Unggul dan sustain,” ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam ekspos kinerja perseroan secara virtual, Jumat (21/8/2026).
Baca Bahkan: Didorong Dana Ekonomis, BSI Raup Laba Rp1,71 Triliun di Awal 2024
Pada pos neraca, total aset BSI naik 15,96% YoY menjadi Rp464,5 triliun, sementara DPK melonjak 21,81% YoY ke Rp393 triliun. Segmen tabungan tumbuh 22,32% YoY menjadi Rp173 triliun, sehingga biaya dana (cost of fund/CoF) turun 49 basis Skor ke level 2,19%.
Di fungsi intermediasi, BSI menyalurkan total pembiayaan Rp340 triliun atau tumbuh 15,98% YoY dengan kualitas aset yang prima. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross berada di 1,8%, NPF net 0,33%, dan cost of credit (CoC) membaik menjadi 0,62%.
Direktur Finance dan Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menambahkan bahwa di tengah persaingan likuiditas ketat yang berpotensi menekan margin, perseroan Mengoptimalkan strategi diversifikasi melalui pendapatan berbasis komisi. Sepanjang paruh pertama 2026, pendapatan non-margin melonjak 38,6% YoY melampaui Rp4 triliun.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











