Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membidik peluang peningkatan penerimaan negara tanpa menambah beban Wajib Retribusi Negara (WP).
Upaya tersebut Berniat ditempuh melalui penertiban instrumen pengumpulan Retribusi Negara dan bea cukai serta pemanfaatan teknologi canggih untuk menutup celah kebocoran.
“Kita Berniat tertibkan instrumen pengumpulan Retribusi Negara dan bea cukai. Setahun ke depan Berniat berubah sama sekali karena kita Berniat menggunakan semua teknologi canggih yang Kemungkinan untuk mendeteksi kebocoran,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan strategi tersebut memungkinkan pemerintah mencapai target penerimaan negara tanpa menaikkan tarif Retribusi Negara maupun menciptakan jenis Retribusi Negara baru. Dengan perbaikan sistem dan pengawasan, Purbaya optimistis target penerimaan dalam APBN 2026 dapat diraih.
“Tanpa menaikkan tarif Retribusi Negara atau menggunakan Retribusi Negara yang baru, kita bisa mendapatkan target APBN 2026 sebesar Rp2.357 triliun,” katanya.
Purbaya menjelaskan ruang untuk penambahan jenis Retribusi Negara baru Berniat sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Pemerintah, kata Ia, tidak ingin kebijakan fiskal justru menghambat pemulihan yang Dalam proses berlangsung.
“Untuk Retribusi Negara tambahan seperti minuman keras atau Retribusi Negara karbon, kita Berniat lihat kondisi ekonomi. Kalau pertumbuhan triwulan kedua Pernah mencapai 6 persen, ruang itu Kemungkinan terbuka. Tanpa itu, saya Berniat sangat hati-hati,” ujarnya.
Ia menilai pemulihan Peningkatan Ekonomi Pernah mulai terlihat, Sekalipun belum cukup kuat untuk langsung dibebani kebijakan fiskal tambahan. Pemerintah karena itu memilih fokus Mengoptimalkan fundamental dan memastikan belanja negara berjalan efektif.
“Kita Pernah mulai rebound, tapi belum cukup kencang. Saya harapkan angka triwulan pertama tahun ini Berniat lebih meyakinkan,” kata Purbaya.
Selain dari sisi penerimaan, Purbaya menekankan pentingnya pengawasan belanja negara. Ia menyatakan Berniat turun langsung memastikan program pemerintah dijalankan tepat waktu, tepat sasaran, dan dengan kebocoran seminimal Kemungkinan.
“Saya Berniat turun ke bawah untuk memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik, tepat waktu, tepat sasaran, dan kebocorannya sedikit,” ujarnya.
(del/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
