loading…
BNI mengungkap dan melaporkan dugaan penyimpangan penyaluranKUR di Jember mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan tata kelola yang baik. FOTO/Shutterstock
“Publik Berencana melihat bahwa ini terkait dengan kinerja BNI. Justru ini bagus dan positif. Artinya, ada kebijakan yang memprioritaskan transparansi dan akuntabilitas,” kata Trubus Rahadiansyah, di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Baca Bahkan: BNI Bukukan Laba Bersih Rp5,6 Triliun di Kuartal I-2026
Trubus menyampaikan pendapat tersebut di tengah berkembangnya desakan Supaya bisa Komisi Pemberantasan Pencurian Uang Negara (KPK) turut mendalami perkara KUR Jember, termasuk meminta keterangan jajaran Direksi BNI untuk menelusuri sistem pengawasan dan tata kelola penyaluran kredit. Menurut Ia, langkah Direksi BNI justru Dianjurkan dipandang sebagai upaya serius mendeteksi penyimpangan dan memperbaiki sistem pengendalian internal.
Ia menilai kemampuan perusahaan menemukan dugaan pelanggaran, menindak oknum yang diduga terlibat, serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola perusahaan. Upaya tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus, tetapi Bahkan menjadi langkah preventif Supaya bisa penyimpangan serupa tidak terulang. “Apa yang dilakukan BNI dan direksinya Pernah merupakan upaya yang optimal dan sungguh-sungguh dalam mendeteksi terjadinya penyimpangan,” ujarnya.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











