Bisnis  

Dulu Diperebutkan Sampai sekarang Rp1,6 Juta per Barel, Di waktu ini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli

loading…

Raksasa perbankan JPMorgan Chase justru merilis peringatan darurat yang bikin merinding: dunia Di waktu ini Di waktu ini Bahkan sedang kebanjiran minyak, tapi tidak ada negara yang Ingin membelinya!. Foto/Dok

JAKARTA – Harga minyak mentah dunia terbang tinggi menyentuh USD107 per barel (sekitar Rp1,65 juta) pada Mei lalu akibat pecahnya Pertempuran di Timur Tengah? Saat itu kapal-kapal tanker raksasa Sangat dianjurkan memutar ribuan mil, dan kilang minyak di Asia saling sikut berebut pasokan yang lolos dari Selat Hormuz.

Berbeda dengan hari ini situasi berbalik 180 derajat, ketika harga minyak mentah jenis Brent sempat dilaporkan ambruk ke kisaran USD68 per barel. Berbeda dengan raksasa perbankan JPMorgan Chase justru merilis peringatan darurat yang bikin merinding: dunia Di waktu ini Di waktu ini Bahkan sedang kebanjiran minyak, tapi tidak ada negara yang Ingin membelinya!

60 Juta Barel Minyak Mendadak Tumpah ke Pasar Global

Kepala Riset Barang Dagangan JPMorgan, Natasha Kaneva mengirimkan nota darurat kepada para investor global yang menjabarkan Kejadian Istimewa ‘Bencana Banjir minyak’ (oil glut) ini. “Pasar Di waktu ini Bahkan menghadapi risiko Bencana Banjir pasokan sementara akibat minyak-minyak yang sempat terjebak Pertempuran, Di waktu ini mendadak masuk kembali secara Pada saat yang sama ke dalam sistem Ekonomi Dunia,” tulis Kaneva.

“Ironisnya, pasokan masif yang keluar dari Selat Hormuz ini Di waktu ini Bahkan tidak punya tempat tujuan selain China. Masalahnya China menolak membeli,” jelasnya.

Baca Bahkan: Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi

Tercatat ada lebih dari 60 juta barel minyak yang sempat “membeku” di dalam kapal tanker sejak Februari lalu saat konflik dengan Iran memuncak. Di waktu ini, sumbatan itu pecah dimana Arab Saudi Sudah memulihkan 90% ekspornya.

Sedangkan Uni Emirat Arab (UEA) Berhasil menggelontorkan 3,9 juta barel per hari melalui jalur bypass. Ada Bahkan Amerika Serikat yang masih terus menggali pasokan darurat dari cadangan minyak strategis (SPR) mereka sebesar 400 juta barel.

Baca Bahkan: Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya

Akibatnya, Badan Informasi Energi (EIA) memperkirakan terjadi surplus minyak global Sampai sekarang 4 juta barel per hari sepanjang tahun 2026 ini. Malangnya lagi, aliansi OPEC+ justru baru saja sepakat menambah produksi 188.000 barel per hari untuk bulan Agustus nanti.

Frustasi Mencari Pembeli Minyak

Saking frustrasinya para penjual minyak mencari pembeli, hukum pasar fisik mulai hancur-hancuran. Minyak mentah dari UEA terpaksa berlayar jauh sampai ke Hawaii hanya untuk mencari penawar.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้