Bisnis  

Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi

loading…

Focus Group Discussion (FGD) bertema Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia, di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta transisi energi di sektor batu bara dinilai menghadapi tantangan kompleks. Industri tidak hanya dituntut menekan emisi dan menjaga lingkungan, tetapi Bahkan memastikan ketahanan energi dan menanggung beban biaya yang terus meningkat.

“Kalau bicara batu bara, ini bukan lagi dilema, tapi trilema. Ada kebutuhan menjaga ketahanan energi, tuntutan lingkungan, dan biaya yang Sangat dianjurkan ditanggung,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Bidang ESG & Good Mining Practice, Ignatius Wurwanto dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Implementasi ESG dan Transisi Energi di Sektor Batu Bara Indonesia” dikutip pada Kamis (21/5/2026).

Baca Bahkan: Implementasi ESG Sektor Batu Bara Wajib Pantau Seluruh Rantai Pasok

Menurut Wurwanto, tiga aspek tersebut Sangat dianjurkan dijalankan secara Pada saat yang sama oleh pelaku industri, Dikenal sebagai menjaga pasokan energi, menjalankan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta memastikan aspek ekonomi tetap efisien. Kompleksitas ini membuat implementasi ESG di sektor tambang tidak bisa disamakan dengan industri lain.

Ia menjelaskan, perusahaan tambang Sangat dianjurkan memenuhi berbagai regulasi teknis, lingkungan, keselamatan kerja, Sampai sekarang pengembangan masyarakat yang memerlukan Penanaman Modal besar. Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha masih memandang ESG sebatas kewajiban kepatuhan, bukan sebagai strategi Usaha jangka panjang berbasis risiko dan peluang.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้