Era Baru Pertempuran Dimulai, Laser Jadi Senjata Anti-Drone Andalan Dunia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Trik Pertempuran berubah pelan, nyaris tanpa suara. Manakala dulu langit medan tempur dipenuhi deru jet dan kilatan rudal, Pada saat ini ancaman datang dari benda kecil bernama drone, Murah, lincah, dan sulit dideteksi.

Untuk melawannya, Sebanyaknya negara mulai mengandalkan teknologi yang Di masa lampau lebih sering hadir di Sinema fiksi ilmiah: laser berenergi tinggi.


Di Amerika Serikat, langkah terbaru datang dari kesepakatan antara Federal Aviation Administration dan United States Department of Defense yang memungkinkan penggunaan sistem anti-drone berbasis laser di sepanjang perbatasan selatan dengan Meksiko.

“Setelah melakukan Penilaian Risiko Keselamatan yang menyeluruh dan Sesuai ketentuan data, kami menentukan bahwa sistem ini tidak menimbulkan peningkatan risiko bagi masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan,” kata Administrator FAA Bryan Bedford pada hari Jumat, sebagaimana diberitakan Defensenews.

Pengujian yang dilakukan sebelumnya dinyatakan memenuhi standar keselamatan penerbangan, meski sempat memicu kekhawatiran setelah insiden salah tembak terhadap pesawat nirawak pemerintah.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Penggunaan laser di ruang udara sipil membawa risiko baru, terutama Manakala sistem belum sepenuhnya terintegrasi dengan kontrol lalu lintas penerbangan. Bertolak belakang dengan, meningkatnya ancaman drone, termasuk yang digunakan untuk penyelundupan Narkotika oleh kartel, mendorong otoritas keamanan untuk mencari solusi yang lebih Mudah dan efisien.

Di sinilah laser menjadi menarik. Tidak seperti rudal yang mahal dan terbatas, laser bekerja dengan kecepatan cahaya dan nyaris tanpa biaya per tembakan. Selama sumber energinya tersedia, sistem ini dapat digunakan berulang kali untuk melumpuhkan atau menghancurkan drone yang masuk ke wilayah terlarang.

Amerika Serikat bukan satu-satunya. Di Timur Tengah, Israel mengembangkan sistem Iron Beam yang dirancang untuk mencegat roket dan drone jarak pendek. Sistem ini melengkapi Lini belakang berlapis yang Pernah ada, Menyajikan solusi yang lebih Murah untuk menghadapi serangan berbiaya rendah yang diluncurkan secara masif.

Di Asia, China Bahkan bergerak Mudah melalui sistem Silent Hunter, yang Pernah terjadi digunakan untuk melumpuhkan drone kecil dan bahkan dipasarkan ke negara lain. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi laser tidak lagi sekadar proyek eksperimental, tetapi mulai masuk ke ranah operasional dan komersial.

Sementara itu, Inggris menguji sistem DragonFire, yang dalam uji coba berhasil menghancurkan target udara dengan presisi tinggi. Pemerintah Inggris menyebut biaya tembakan laser bisa jauh lebih Murah dibandingkan peluncuran rudal konvensional, sebuah faktor penting dalam Pertempuran modern yang menuntut efisiensi.

Turki, yang dikenal sebagai salah satu produsen drone terbesar, Bahkan mengembangkan sistem ALKA untuk melawan ancaman serupa. Sistem ini tidak hanya menghancurkan drone, tetapi Bahkan mampu mengganggu sistem elektroniknya, Menyajikan fleksibilitas dalam berbagai skenario tempur.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้