Bisnis  

Efek Pertempuran Iran, Ketidakstabilan Ekonomi AS Diramal Melonjak Tajam Imbas Fluktuasi Harga Bahan Bakar Minyak

loading…

Harga minyak Sebelumnya naik lebih dari 45% sejak dimulainya Pertempuran di Iran. FOTO/AP

JAKARTA – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat Pertempuran Iran Diprediksi mendorong Ketidakstabilan Ekonomi Amerika Serikat (AS) melonjak tajam. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS diperkirakan naik 1% secara bulanan pada Maret 2026 tertinggi sejak 2022.

“Fluktuasi Harga Bahan Bakar Minyak di tingkat konsumen menjadi pendorong utama Ketidakstabilan Ekonomi dalam waktu dekat,” ujar ekonom yang dihimpun Bloomberg, dikutip dari Business Standard, Senin (6/4/2026).

Baca Bahkan: Intelijen AS Heran, Kemampuan Rudal Iran Tetap Utuh Meski Dihantam 11.000 Serangan

Kenaikan CPI ini dipicu harga bensin AS yang melonjak sekitar USD1 per galon akibat gangguan pasokan energi global. Ketidakstabilan Ekonomi inti, yang mengecualikan energi dan pangan, diproyeksikan lebih moderat di 0,3%.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้