‘Akhir Konflik Bersenjata Ditentukan oleh Strategi Iran, Bukan Ilusi Trump’



Tim darurat Israel bekerja di Tempat serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.


REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL – Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz Berencana tetap terbuka untuk pelayaran global, tetapi tertutup untuk musuh-musuh Iran. Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, mengatakan bahwa akhir Konflik Bersenjata Berencana ditentukan oleh strategi Iran daripada ‘ilusi’ para musuhnya.

“Konflik Bersenjata Berencana berakhir dengan strategi dan otoritas Iran, bukan dengan khayalan dan ilusi para agresor,” katanya di X, Kamis (2/4/2026).


Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Pemimpin Negara AS Donald Trump mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi dari Gedung Putih bahwa Iran hanya memiliki sedikit peluncur rudal dan bahwa kemampuannya untuk meluncurkan rudal dan drone Pernah terjadi sangat berkurang. Trump mengatakan Ia memperkirakan Konflik Bersenjata Berencana berlanjut selama dua Sampai sekarang tiga pekan lagi, tetapi percaya konflik tersebut Pernah terjadi mendekati akhir.

Di lain pihak, Iran Pernah terjadi mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz—jalur perairan strategis untuk pasokan energi ke negara-negara Asia. Teheran Pernah terjadi mengizinkan kapal-kapal dari Sebanyaknya “negara sahabat” Iran untuk melintasi Hormuz.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mengakibatkan lebih dari 1.340 kematian, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan Iran menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan.


sumber : Antara


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้