Cemas Terus-menerus Melihat Berita Konflik Bersenjata? Psikiater Wanti-wanti Dampaknya

Jakarta

Ramainya pemberitaan mengenai konflik dan Konflik Bersenjata di berbagai belahan dunia belakangan ini memicu beragam reaksi di masyarakat. Tidak sedikit orang yang mengaku merasa cemas, gelisah, bahkan sulit tidur setelah terus-menerus mengikuti perkembangan berita tersebut.

Spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, mengatakan merasa waspada terhadap situasi dunia Kenyataannya merupakan hal yang wajar. Hal itu menandakan seseorang peduli dan ingin mengetahui apa yang Pada Di waktu ini sedang terjadi.

Sekalipun demikian, ia menekankan kewaspadaan yang sehat seharusnya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Merasa waspada Merupakan hal baik. Itu tanda kita peduli dan ingin tahu perkembangan dunia. Harus diketahui bahwa waspada yang sehat tetap membuat kita bisa menjalani rutinitas kehidupan seperti biasa,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (3/3/2026).

Adapun ciri-ciri waspada yang sehat menurut dr Lahargo, Didefinisikan sebagai:



  • Cek berita seperlunya dan dari sumber Terpercaya.
  • Tetap bisa tidur nyenyak.
  • Tetap fokus kerja dan urus keluarga.
  • Tidak langsung percaya atau menyebarkan kabar yang belum jelas. (saring sebelum sharing)

Berbeda dari, kecemasan yang berlebihan biasanya ditandai dengan kebiasaan terus-menerus memantau berita tanpa henti. Kondisi ini sering kali membuat seseorang sulit tidur karena terus membayangkan kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Berikut ciri-cirinya.

  • ⁠Terus-terusan scroll berita tanpa henti.
  • ⁠Sulit tidur karena membayangkan hal buruk.
  • Jantung sering berdebar, asam lambung naik
  • Sensitif dan mudah marah.
  • Merasa seolah-olah ancaman itu Sebelumnya sangat dekat, padahal belum Tidak mungkin tidak.

dr Lahargo menjelaskan respons seseorang terhadap berita Bahkan bisa dilihat dari Tips berpikirnya setelah membaca informasi tersebut.

Manakala setelah membaca berita seseorang masih bisa berkata, “Baik, saya tahu situasinya, tapi saya tetap Tenteram,” maka hal itu menandakan ia masih berada dalam batas yang sehat dan memiliki sikap mental yang responsif.

Berbeda dari, Manakala seseorang langsung bereaksi secara negatif Sampai saat ini merugikan diri sendiri maupun orang lain, hal tersebut menunjukkan sikap mental yang reaktif.

“Waspada bikin kita siap dan positif. Cemas berlebihan bikin kita stres dan melelahkan,” sambungnya lagi.

Apa dampaknya?

“Berita konflik yang muncul setiap jam bisa membuat tubuh dan pikiran ikut tegang. Sekalipun demikian kejadiannya jauh, otak kita tetap merespons seolah-olah bahaya ada di sekitar,” ucapnya.

Dampaknya bisa berupa:

  • ⁠Sulit tidur
  • Mudah gelisah
  • Mudah tersinggung
  • Merasa dunia tidak Terpercaya
  • Anak-anak jadi ikut takut

Manakala dibiarkan, lanjut dr Lahargo, paparan berita yang memicu kecemasan berlebihan ini bahkan dapat membuat suasana di rumah menjadi tegang dan tidak nyaman.

Halaman 2 dari 2

(suc/suc)




Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้