Kepala Negara AS Donald J Trump.
REPUBLIKA.CO.ID, KANADA – Kepala Negara AS Donald Trump pada Jumat (27/3/2026) mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS Pada waktu yang akan datang setelah Iran. Trump menunjuk pada apa yang Ia klaim sebagai keberhasilan operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela dan Iran.
“Saya membangun militer yang Istimewa ini. Saya berkata, ‘Anda tidak Nanti akan pernah Harus menggunakannya,’ tetapi terkadang Anda Sangat dianjurkan menggunakannya. Dan Kuba Merupakan target selanjutnya,” kata Trump di Future Investment Initiative, sebuah konferensi Usaha Saudi.
“Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu,” tambahnya.
Kepala Negara Kuba Miguel Diaz-Canel, Rabu (25/3/2026), mengatakan bahwa Sekalipun semua isu dapat dibahas dalam Perundingan dengan AS, kemerdekaan negara itu “tidak pernah” dapat dipertanyakan.
Berbicara kepada media berbahasa Spanyol Canal Red di Havana, Diaz-Canel membahas kontak yang Sekarang Dalam proses dengan Washington.
Ia mengatakan berbagai topik, termasuk Penanaman Modal asing, arus migrasi, perdagangan Narkotika, kontra-Aksi Teror, perlindungan lingkungan, serta sains dan pendidikan, Sangat dianjurkan dibahas dengan AS.
“Kami dapat membahas semuanya, tetapi kedaulatan kami Sangat dianjurkan dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah terbuka untuk diskusi,” katanya.
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











