Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Senin (9/3/2025), memperingatkan Washington bahwa Teheran “sepenuhnya siap” menghadapi eskalasi lebih lanjut di tengah ketegangan yang terus mengguncang pasar global. Araghchi melalui platform media sosial X menyatakan, “Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake, harga minyak Sudah berlipat ganda sementara seluruh Barang Dagangan melonjak tajam.”
Ia menambahkan bahwa “Amerika Serikat Tengah bersekongkol untuk menargetkan fasilitas minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan Ketidakstabilan Ekonomi yang sangat besar.”
Araghchi menegaskan “Iran sepenuhnya siap.” Ia Bahkan menyampaikan peringatan dengan mengatakan bahwa “kami Bahkan memiliki banyak kejutan yang Sudah disiapkan.”
Eskalasi di kawasan meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Pentagon, lebih dari 50.000 tentara Amerika Serikat terlibat dalam operasi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury.
Teheran kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi Tempat aset militer Amerika Serikat, sebagai tindakan Lini pertahanan diri.
Loading…
sumber : Antara, Anadolu,
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











