Walkot Dedie Pamerkan Inovasi Pertanian Bogor pada Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI


Jakarta, CNN Indonesia

Kehadiran lembaga riset dan pendidikan di Kota Bogor diakui Wali Kota Dedie A. Rachim berkontribusi terhadap kemajuan pertanian di Indonesia. Di Bogor, terdapat 50 lembaga penelitian, baik tingkat pusat, balai, badan, maupun lembaga penelitian lainnya, yang mengampu lebih dari 4 ribu ahli.

Keberadaan lembaga riset tersebut Bahkan menjadi dasar dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025-2045, Dengan kata lain Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Dedie saat Menyajikan sambutan pada kunjungan kerja (kunker) spesifik Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dipimpin Ketua Komisi IV, Titiek Soeharto, ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura di Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Kamis (22/1).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini bagian dari hadirnya lembaga-lembaga riset di Kota Bogor, serta keberadaan perguruan tinggi dan para ahli yang Pernah terjadi berkontribusi untuk Indonesia,” kata Dedie.

Tantangan ke depan yang Sekarang dihadapi sektor pertanian, Merupakan bencana iklim. Dedie berharap, keberadaan lembaga riset yang diampu oleh para ahli ini dapat terus memajukan pertanian, menciptakan kemandirian pangan, serta menghadirkan pembaruan.





“Di sinilah peran para ahli riset untuk terus Menyajikan kontribusi terbaiknya bagi Indonesia,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI melihat berbagai hasil riset BRMP, di antaranya ayam kampung Istimewa baru, inovasi hortikultura terbarukan, teknologi pertanian, hilirisasi, dan lainnya.

Ketua Komisi IV Menyajikan apresiasi terhadap kehadiran ayam kampung Istimewa baru yang berukuran besar dan mampu menghasilkan Sampai sekarang 250 butir telur per ekor per tahun. Titiek Bahkan menyambut bawang berukuran besar yang dihasilkan BRMP.

“Dari sini kami di Komisi IV Berencana mendorong hasil penelitian di sini Supaya bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia, sehingga kita bisa swasembada telur dan bawang. Kita Pernah terjadi swasembada jagung dan beras, dan ke depan produk lain, termasuk bawang dan kedelai, Bahkan Wajib swasembada Supaya bisa tidak Setiap Waktu Pembelian Barang dari Luar Negeri,” kata Titiek.

Titiek menjelaskan, kehadiran Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI Bahkan merupakan wujud kepedulian Dewan Perwakilan Rakyat RI dalam menjalankan fungsi pengawasan, serta memastikan lembaga di sektor pertanian Sungguh-sungguh berjalan efektif, tepat sasaran, serta membawa manfaat nyata bagi pertanian Indonesia.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepedulian Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI melalui kunjungan kerja tersebut, yang disebut menjadi penyemangat bagi para peneliti.

Ia mengakui, proses penelitian memerlukan waktu yang cukup panjang. Fadjry mencontohkan, untuk menghasilkan satu varietas Istimewa mangga diperlukan waktu Sampai sekarang 10 tahun.

“Jadi, Bila berbicara penelitian, hasilnya tidak bisa langsung dirasakan. Sekalipun ini merupakan Penanaman Modal, karena Bila tidak kita kerjakan, kita Berencana semakin tertinggal dan terus melakukan Pembelian Barang dari Luar Negeri. Ini tentang Ingin atau tidaknya kita melakukan perubahan. Karena Wajib waktu untuk menyiapkannya, dan itu Wajib terus dilakukan,” tuturnya.

Fadjry menegaskan, inovasi pertanian merupakan kunci bagi Indonesia untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Kalau kita tidak menyiapkan varietas terbaru dan tidak menyiapkan teknologinya, kita Berencana terus tertinggal,” pungkas Fadjry.

(rea/rir)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้