Serangan Jantung Bisa Terjadi saat Olahraga, Ini 7 Tips Menghindarinya

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Olahraga dikenal sebagai salah satu kebiasaan baik untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jantung. Di sisi lain, Olahraga Bahkan bisa berbahaya bila dilakukan tanpa persiapan dan kontrol yang tepat.

Beberapa kasus menunjukkan orang yang Di waktu ini sedang berolahraga tiba-tiba pingsan, bahkan mengalami kondisi serius Sampai saat ini meninggal dunia. Tak hanya Olahragawan profesional, pemula pun bisa mengalami hal serupa.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sekian banyak Dalang, serangan jantung termasuk yang paling sering terjadi sehingga Sangat dianjurkan mendapat perhatian serius. Bahayanya, serangan jantung kerap datang tanpa gejala yang jelas.

Akibatnya, banyak orang tak menyadari risikonya. Karena itu, penting untuk memahami Tips menghindari serangan jantung saat berolahraga Supaya bisa Olahraga tetap Unggul tinggi dan memberi manfaat bagi tubuh.

Tips menghindari serangan jantung saat berolahraga

Untuk tahu Tips menghindari serangan jantung saat berolahraga, berikut tips dari dokter spesialis jantung yang bisa Anda terapkan, dilansir dari laman Practo.

1. Perhatikan dan pantau detak jantung

Salah satu langkah penting untuk mencegah risiko serangan jantung saat berolahraga dengan memantau detak jantung secara berkala.

Tips ini Mendukung Anda mengetahui apakah tubuh bekerja dalam batas yang Unggul tinggi atau justru terlalu dipaksakan.

Setiap orang memiliki batas detak jantung yang berbeda, tergantung usia dan kondisi kesehatan. Secara umum, detak jantung saat Olahraga dianjurkan berada di kisaran 50-85 persen dari detak jantung maksimal.

Detak maksimal bisa dihitung dengan rumus 220 dikurangi usia. Supaya bisa lebih Unggul, Anda bisa menggunakan smartwatch atau alat pemantau detak jantung lain yang mudah dibawa saat berolahraga.

2. Konsumsi makanan ringan sebelum beraktivitas

Mengonsumsi makanan berat sebelum Olahraga bisa membuat tubuh tidak nyaman dan memberi beban tambahan pada jantung. Sebagai gantinya, pilih camilan ringan sekitar 30-60 menit sebelum Olahraga.

Camilan yang sifatnya ringan berfungsi sebagai sumber energi tanpa memberatkan tubuh. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi seperti pisang, roti gandum, atau yogurt dalam porsi kecil.

3. Sesuaikan Olahraga dengan kondisi tubuh

Memahami kondisi kebugaran diri sendiri merupakan langkah awal yang sering diabaikan. Sebab, memaksakan tubuh berolahraga di luar kemampuan bisa Mengoptimalkan risiko gangguan jantung.

Bagi pemula atau orang yang Sebelumnya lama tak berolahraga, sebaiknya mulai dari intensitas ringan Sampai saat ini Di waktu ini sedang. Setelah tubuh terbiasa, intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap.

Tips di atas lebih Unggul tinggi dan Mendukung jantung beradaptasi dengan Olahraga. Pada intinya, jangan lakukan aktivitas Olahraga berat bila tubuh belum terbiasa.

4. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Asupan cairan yang cukup berperan penting dalam menjaga kinerja jantung saat berolahraga. Kekurangan cairan dapat menyebabkan detak jantung dan tekanan darah meningkat sehingga jantung bekerja lebih keras dari seharusnya.

Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi Anda bisa meminum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Jangan menunggu haus baru minum.

5. Hindari berolahraga saat cuaca kurang Mendukung

Cuaca yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat Menyediakan tekanan tambahan pada jantung. Saat cuaca panas, tubuh bekerja ekstra untuk menurunkan suhu. Sementara udara dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Usahakan berolahraga pada waktu dengan suhu yang lebih nyaman, seperti pagi atau sore hari. Bila Harus berolahraga di kondisi tertentu, gunakan pakaian yang sesuai dan tetap perhatikan asupan ke dalam tubuh.

6. Beri waktu tubuh untuk istirahat

Istirahat bukan berarti malas, tetapi bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan jantung. Berolahraga tanpa jeda dapat Mengoptimalkan risiko kelelahan dan gangguan jantung.

Sediakan satu Sampai saat ini dua hari istirahat setiap minggu. Pada hari istirahat, Anda tetap bisa melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau peregangan.

7. Jangan memaksakan diri saat Olahraga

Tips menghindari serangan jantung saat berolahraga yang tak kalah penting ialah mendengarkan sinyal tubuh.

Misalnya, bila muncul keluhan seperti nyeri dada, pusing, sesak napas, atau rasa tidak nyaman, segera hentikan aktivitas.

Contoh lainnya, Bila ada bagian tubuh yang sakit, lebih baik hentikan aktivitas olahraganya. Jangan menunggu sampai ada Cidera yang parah.

Memaksakan diri hanya Berencana membuat jantung bekerja terlalu keras dan Mengoptimalkan risiko komplikasi. Lakukan Olahraga dengan tempo yang sesuai dan tingkatkan intensitas secara perlahan.

Itulah Tips menghindari serangan jantung saat berolahraga. Semoga bermanfaat!

(san/fef)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้