Bisnis  

Rosan Bidik Dana CSR BUMN Rp1 T untuk Bangun Hunian Korban Bencana


Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Badan Pengelola Penanaman Modal (BPI) Danantara Rosan Roeslani menargetkan Rp1 triliun dari dana program corporate social responsibility (CSR) BUMN untuk pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.

Dana itu salah satunya untuk membangun hunian sementara bagi para korban Bencana Banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November lalu.

“Kami pada Pada Di waktu ini Pernah terjadi menargetkan untuk pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih kita anggarkan Rp1 triliun, Bapak Pemimpin Negara. Yang di mana dengan selesainya rumah Sekaligus bahan-bahan lain yang kita Pernah terjadi berikan pada Pada Di waktu ini, Pernah terjadi mencapai kurang lebih Rp655 miliar,” ujar Rosan saat mendampingi Pemimpin Negara Prabowo Subianto untuk meninjau pembangunan rumah hunian bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya sendiri menargetkan pembangunan 15 ribu unit hunian sementara (huntara) bagi para korban dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.



Hunian tersebut dibangun dan dikoordinasikan Danantara bersama Sebanyaknya BUMN Karya di tiga provinsi terdampak.

“Rencananya dalam waktu tiga bulan ke depan, insya Allah kita bisa menyelesaikan 15 ribu rumah yang terbagi di tiga provinsi. Aceh kurang lebih 12 ribu unit, kemudian ada di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah itu kurang lebih 2.000 unit, dan Sumbar 500 unit,” terangnya.

Pada tahap awal, pembangunan Nanti akan ditandai dengan serah terima 600 unit hunian kepada pemerintah daerah pada 8 Januari mendatang. Selain rumah, Danantara Bahkan menyiapkan Sebanyaknya fasilitas pendukung bagi warga terdampak.

“Jadi rumah hunian Danantara ini Nanti akan kita serah terimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah. Dan tidak hanya hunian Danantara saja, tapi bersama itu Bahkan kita serahkan ada taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, dan toilet dan kamar mandi Bahkan 120 unit,” jelasnya.

Hunian tersebut dibangun di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang Sebelumnya dilakukan pembersihan lahan. Setiap unit memiliki ukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter atau kurang lebih 22 meter persegi per rumah.

“Dan ini berdiri, yang kami bangun di lahan PTPN yang Pernah terjadi kami lakukan land clearing, Bapak Pemimpin Negara. Bersama itu Bahkan ukuran luasnya kurang lebih 4,5 x 4,5 meter persegi per unit,” ujar Rosan.

Dalam proses pembangunan, Danantara melibatkan 1.635 pekerja yang bekerja selama 24 jam, terdiri dari tenaga BUMN Karya seperti PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Selain hunian sementara, Danantara Bahkan menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap yang lokasinya berada di area seberang kawasan hunian sementara. Lahan yang digunakan Pada Di waktu ini memiliki luas 5,8 hektare dan masih dapat diperluas Sampai sekarang 13 hektare.

(del/sfr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA