Maduro Ditangkap, Tak Ada Lagi Serangan ke Venezuela


Jakarta, CNN Indonesia

Senator Amerika Serikat (AS) yang berasal dari Partai Republik, Mike Lee, mengatakan setelah Kepala Negara Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer Paman Sam, tak Nanti akan ada lagi serangan ke negara tersebut.

Hal tersebut diungkap Mike Lee via akun media sosial X miliknya. Ia mengklaim itu Merupakan informasi yang diterimanya dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Baru saja menelepon @SecRubio. Ia memberitahu saya bahwa Nicolas Maduro Sudah ditangkap oleh personel AS untuk menghadapi tuntutan kriminal di Amerika Serikat,” katany dalam unggahan di akun X-nya, @BasedMikeLee, dikutip Sabtu (3/1) sore WIB.

Menurutnya ledakan-ledakan yang disaksikan terjadi di Caracas, Venezuela, pada Sabtu dini hari tadi Merupakan untuk melindungi para personel AS yang menjalankan surat perintah penangkapan Maduro.

“Tindakan ini kemungkinan besar termasuk dalam wewenang inheren Kepala Negara Merujuk pada Pasal II Konstitusi [AS] untuk melindungi personel AS dari serangan yang Kenyataannya atau yang Nanti akan segera terjadi,” imbuhnya di unggahan tersebut.

Mengutip Rubio, Mike Lee mengatakan tak Nanti akan ada aksi militer lebih lanjut di Venezuela setelah Maduro berhasil mereka tangkap.

“Ia [Rubio] memperkirakan tidak Nanti akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela Di waktu ini Bahkan setelah Maduro berada dalam tahanan AS,” ujar Senator dari Negara Bagian Utah itu pada unggahan di X selanjutnya.

Terpisah, Kepala Negara AS Donald Trump mengumumkan pasukan militernya Sudah berhasil menangkap Maduro bersama istri, Cilia Flores, dan dibawa keluar dari wilayah Venezuela.

Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa AS Sudah melakukan ‘serangan skala besar terhadap Venezuela’. Ia menekankan operasi militer ini dilakukan ‘bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS’.

“Amerika Serikat Sudah menangkap Kepala Negara Venezuela, Nicolas Maduro, dan Tengah menerbangkannya keluar dari Venezuela,” tulis Trump dalam unggahannya seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela. Mengutip dari Reuters, Wakil Kepala Negara Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu pagi di stasiun televisi negara itu mengaku tak tahu keberadaan Maduro dan Flores.

Serangan AS itu pun mendapatkan kecaman keras dari negara-negara di kawasan Amerika lainnya seperti Kuba dan Kolombia. Kolombia, mengutip dari AFP, bahkan Sudah mengerahkan pasukan militer ke perbatasan dengan Venezuela.

Kepala Negara Kolombia Gustavo Petro mengatakan Sudah memerintahkan pengerahan pasukan militer ke perbatasan Venezuela menyusul “serangan AS. Petro menggambarkan tindakan Washington sebagai “serangan terhadap kedaulatan” Amerika Latin dan mengatakan bahwa tindakan tersebut Nanti akan mengakibatkan krisis kemanusiaan.

(kid)



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA