{"id":933,"date":"2024-07-03T04:33:25","date_gmt":"2024-07-02T21:33:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wamena.id\/banyak-bencana-banjir-di-utara-khatulistiwa-benarkah-la-nina-sebelumnya-tiba\/"},"modified":"2024-07-03T04:33:28","modified_gmt":"2024-07-02T21:33:28","slug":"banyak-bencana-banjir-di-utara-khatulistiwa-benarkah-la-nina-sebelumnya-tiba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wamena.id\/?p=933","title":{"rendered":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba?"},"content":{"rendered":"\n<div>\n<p>                    <!-- S: Table Of Content--><\/p>\n<section class=\"daftar-isi mb-6 h-auto border border-cnn_light_grey2 bg-cnn_light_grey3\">\n<details class=\"group mx-auto w-full overflow-hidden transition-[max-height] duration-500\">\n<\/details>\n<\/section>\n<p>                    <!-- E: Table Of Content--><\/p>\n<p>                    <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">Curah hujan<\/span><\/span><\/strong>\u00a0tinggi Sampai saat ini Bencana Banjir di kawasan utara khatulistiwa dipicu oleh Sebanyaknya\u00a0<strong><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">gelombang ekuator<\/span><\/span><\/strong> yang masih aktif, berbeda dengan wilayah selatan ekuator yang lebih kering imbas musim kemarau.<\/p>\n<p>Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan\u00a0Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap seminggu terakhir ada\u00a021 kejadian bencana; 15 bencana\u00a0Bencana Banjir,\u00a0tiga kejadian cuaca ekstrem,\u00a0dua kebakaran hutan dan lahan (karhutla),\u00a0dan satu kekeringan di\u00a0kabupaten\/kota.<\/p>\n<p>&#8220;Bencana hidrometeorologi\u00a0basah sangat mendominasi. Ini\u00a0enggak berubah dari awal tahun. Dua\u00a0minggu lalu sempat berubah,\u00a0karhutla mulai cukup signifikan\u00a0tapi\u00a0tidak terlalu mendominasi,&#8221; tuturnya, dalam konferensi pers daring, Senin (1\/7).<\/p>\n<p><!-- s: parallax --><br \/>\n<!-- e: parallax --><\/p>\n<p>Abdul menyebut curah hujan tinggi dan Bencana Banjir mendominasi Indonesia bagian tengah\u00a0Sampai saat ini timur.<\/p>\n<p>&#8220;Khususnya berada di sebelah utara khatulistiwa, belahan Bumi utara. Belahan\u00a0Bumi selatan agak kering; Jawa, Bali, sampai Nusa Tenggara,&#8221; urai Ia.<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --><\/p>\n<p><!-- --><\/p>\n<p><!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Sebagai acuan, garis khatulistiwa atau garis lintang 0 derajat salah satunya melalui Kota Pontianak, Kalbar. Garis ini membagi Indonesia hampir sama besar antara selatan dan utara.<\/p>\n<p>BNPB\u00a0pun mengungkap\u00a0contoh-contoh bencana Bencana Banjir pada periode sepekan terakhir\u00a0di wilayah utara khatulistiwa.<\/p>\n<p>Pertama, Bencana Banjir di\u00a0Bolaang Mongondow Utara (Sulut), pada Rabu (26\/6), yang membuat 713 warga\u00a0terdampak, 149 rumah rusak, 295 rumah terendam. Di Tempat yang sama keesokan harinya, Bencana Banjir kembali merendam\u00a0dengan 66 orang terdampak, dan 16\u00a0rumah terendam.<\/p>\n<p>Kedua, Bencana Banjir\u00a0Bolemo\u00a0(Gorontalo), pada Rabu (26\/6), yang berdampak pada 640 orang, dan membuat 162 rumah terendam.<\/p>\n<p>Ketiga, Bencana Banjir di\u00a0Pulau Morotai\u00a0(Malut), pada Rabu (26\/6), yang berdampak pada 1.151 orang, dan membuat 244 rumah terendam.<\/p>\n<p>Keempat, Bencana Banjir di\u00a0Kabupaten Gorontalo, di hari yang sama, yang membuat 3.239 orang terendam, 90 mengungsi, dan 727 rumah terendam.<\/p>\n<p>Abdul\u00a0menyatakan curah hujan tinggi ini dipicu oleh Sebanyaknya Trend Populer atmosfer. Itu termasuk gelombang ekuator Rossby\u00a0dan Madden Julian Osciliation (MJO) yang bergerak dari\u00a0sebelah timur Afrika, menjalar ke Samudra Hindia, Sampai saat ini ke Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Gelombang-gelombang\u00a0ekuatorial\u00a0ini yang membuat intensitas hujan\u00a0jadi lebih tinggi.\u00a0Tapi balik lagi, kita ini di khatulistiwa, sekemarau-kemaraunya masih ada hujan, dan sehujan-hujannya masih ada kemarau,&#8221; cetus Ia.<\/p>\n<p>Ia Bahkan\u00a0menyinggung soal prediksi kemunculan La Nina. Menurutnya, La Nina pada Juli ini Berencana berdampak di Sebanyaknya wilayah berikut.<\/p>\n<p>Disebut juga,\u00a0Sumut, Kalbar, Kaltara, Kalsel, Sulsel, Sulteng, Sulut, Malut, Maluku, Papbar Daya, Papbar, Papua Tengah, Papua Pegunungan.<\/p>\n<h2 id=\"benarkah-sudah-ada-efek-la-nina--0\">Benarkah Sebelumnya ada efek La Nina?<\/h2>\n<h2 id=\"angka-angkaenso\"\/>\n<p>Menurut Ikhtisar Cuaca 1\u20133 Juli dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino Southern Oscillation (ENSO), yang mencakup angka La Nina dan El Nino, dalam kondisi netral.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil analisis kondisi iklim global menunjukkan kondisi ENSO Netral dengan nilai NINO 3.4 sebesar +0.42 dan nilai SOI -4.9,&#8221;\u00a0kata keterangan lembaga.<\/p>\n<p>La Nina, yang memicu curah hujan lebih tinggi di Indonesia, ditandai dengan suhu di\u00a0bawah minus 0,5 derajat Celsius\u00a0di\u00a0kawasan\u00a0tropis Samudra Pasifik. Sementara El Nino, yang memicu kekeringan, punya angka di atas 0,5 derajat C di wilayah yang sama.<\/p>\n<p>Apalagi, Trend Populer serupa ENSO\u00a0di Samudra Hindia, Indian Ocean Dipole (IOD), tidak berpengaruh terhadap kondisi hujan di Indonesia. Itu terlihat\u00a0dari nilai Dipole Mode Index (DMI) sebesar -0.09.<\/p>\n<h2 id=\"kapan-la-nina-terbentuk--1\">Kapan La Nina terbentuk?<\/h2>\n<p>Sesuai aturan prakiraan Climate Prediction Center (CPC) dari Lembaga Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA), La Nina punya peluang kemunculan 65 persen pada periode Juli Sampai saat ini September 2024.<\/p>\n<p>Peluangnya meningkat jadi 85 persen pada periode NOvember 2024 Sampai saat ini Januari 2025.<\/p>\n<p>Sementara, prakiraan dari International Research Institute for Climate and Society (IRI) menunjukkan La Nina punya peluang 50 persen muncul pada Agustus-Oktober 2024.<\/p>\n<p>Pada periode berikutnya, probabilitas La Nina tak jauh-jauh amat, antara 51 persen Sampai saat ini 58 persen. ENSO-netral Diprediksi Berulang\u00a0pada Februari-April 2025.<\/p>\n<h2 id=\"apapemicubanjir-utara-khatulistiwa--2\">Apa\u00a0pemicu\u00a0Bencana Banjir utara khatulistiwa?<\/h2>\n<p>BMKG\u00a0mengungkap beberapa\u00a0gelombang ekuator dan Trend Populer atmosfer lainnya yang tengah aktif memicu hujan.<\/p>\n<p>Pertama, Gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi\u00a0atau merambat\u00a0ke arah barat. Ini terpantau aktif di Kaltara, Kaltim, Sulteng bagian utara, Selat Makasar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Fores, Maluku, Laut Banda, Laut Arafura, dan Papua bagian selatan.<\/p>\n<p>Kedua, gelombang dengan Low Frequency yang cenderung persisten terpantau aktif di wilayah Kaltim, Selat Makassar bagian tengah dan utara, Sulteng, Gorontalo, Sulut, Laut Maluku, Malut, Laut Halmahera, Papbar, Papua bagian utara, dan Samudra Pasifik utara Papbar Sampai saat ini Papua.<\/p>\n<p>Keempat, kombinasi gelombang MJO, Low Frequency, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin di Selat Makasar bagian utara, Sulteng bagian utara, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, dan Papua bagian selatan.<\/p>\n<p>Kelima, Suhu Muka Laut\u00a0(Sea Surface Temperature\/SST) dengan anomali +0,5 derajat C\u00a0sampai +3,2 derajat C. Hal ini disebut dapat Mengoptimalkan potensi penguapan (penambahan massa uap air).<\/p>\n<p>Wilayahnya ada di Perairan utara Aceh, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Malaka, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, Samudera Hindia selatan Banten &#8211; Jatim, Laut Baali, Laut Flores, Teluk Bone, Teluk Cendrawasih, dan Samudra Pasifik utara Papua.<\/p>\n<p>Keenam, sirkulasi siklonik\u00a0yang terpantau di Samudra Hindia Bara Sumatra Barat, di Laut Sulu, di Laut Seram, dan di Samudra Pasifik Utara Papbar.<\/p>\n<p>Sirkulasi-sirkulasi tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan\u00a0daerah pertemuan angin (konfluensi) di beberapa tempat, terutama kawasan utara.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi tersebut mampu Mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik\/konvergensi\/konfluensi tersebut,&#8221; kata BMKG.<\/p>\n<h2 id=\"kenapa-selatan-khatulistiwa-lebih-kering--3\">Kenapa selatan khatulistiwa lebih kering?<\/h2>\n<p>Pada Maret, Kepala BMKG\u00a0Dwikorita\u00a0Karnawati menjelaskan kedatangan musim di Indonesia dipengaruhi oleh angin.<\/p>\n<p>Musim kemarau berkaitan dengan kedatangan angin timuran atau angin Monsun Australia dari Benua Australia. Walhasil, yang paling dulu kena kekeringan\u00a0pun Merupakan wilayah selatan RI.<\/p>\n<p>&#8220;Diawali di wilayah yang paling dekat Australia lebih Di masa lampau, karena musim kemarau itu diakibatkan oleh angin monsun Australia yang bertiup dari arah Australia atau angin timuran,&#8221;\u00a0ujar Ia.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi Berencana mulai paling dekat dulu dari sumber angin itu bertiup, lalu bergerak semakin ke arah utara, barat dan timur,&#8221;\u00a0imbuh\u00a0Dwikorita.<\/p>\n<p>Sementara, musim hujan ditandai dengan kedatangan angin Monsun Asia atau angin baratan yang datang dari Benua Asia dan sekitar Pasifik yang membawa uap air.<\/p>\n<p>Sehingga, yang lebih dulu &#8216;basah&#8217; Merupakan kawasan\u00a0dekat Benua Asia.<\/p>\n<p>[Gambas:Video CNN]<\/p>\n<p>                    <!-- s:banner newstag --><\/p>\n<p><!-- \/4905536\/CNN_desktop\/cnn_teknologi\/newstag --><\/p>\n<p>                    <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<p>                    <!-- s:fokus  --><br \/>\n                    <!-- s: cb fokus --><\/p>\n<p><!-- e: cb fokus --><\/p>\n<p>                    <!-- e:fokus  --><\/p><\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><\/p>\n<p>Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Curah hujan\u00a0tinggi Sampai saat ini Bencana Banjir di kawasan utara khatulistiwa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":934,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wamena\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-02T21:33:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-02T21:33:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\"},\"author\":{\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\"},\"headline\":\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba?\",\"datePublished\":\"2024-07-02T21:33:25+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-02T21:33:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\"},\"wordCount\":975,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg\",\"articleSection\":[\"Teknologi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\",\"name\":\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-07-02T21:33:25+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-02T21:33:28+00:00\",\"description\":\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/wamena.id\/?p=933\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg\",\"width\":650,\"height\":366},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=933#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/wamena.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"name\":\"Wamena\",\"description\":\"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\",\"name\":\"Wamena\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"width\":278,\"height\":48,\"caption\":\"Wamena\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\",\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Roysi Kyosi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/wamena.id\"],\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","description":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/wamena.id\/?p=933","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","og_description":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","og_url":"https:\/\/wamena.id\/?p=933","og_site_name":"Wamena","article_published_time":"2024-07-02T21:33:25+00:00","article_modified_time":"2024-07-02T21:33:28+00:00","og_image":[{"width":650,"height":366,"url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Roysi Kyosi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Roysi Kyosi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933"},"author":{"name":"Roysi Kyosi","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9"},"headline":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba?","datePublished":"2024-07-02T21:33:25+00:00","dateModified":"2024-07-02T21:33:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933"},"wordCount":975,"publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg","articleSection":["Teknologi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933","url":"https:\/\/wamena.id\/?p=933","name":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg","datePublished":"2024-07-02T21:33:25+00:00","dateModified":"2024-07-02T21:33:28+00:00","description":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba? - Wamena","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/wamena.id\/?p=933"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#primaryimage","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/banjir-kembali-landa-parigi-moutong-tiga-orang-jadi-korban-jiwa_169.jpeg","width":650,"height":366},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=933#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wamena.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Banyak Bencana Banjir di Utara Khatulistiwa, Benarkah La Nina Sebelumnya Tiba?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wamena.id\/#website","url":"https:\/\/wamena.id\/","name":"Wamena","description":"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua","publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization","name":"Wamena","url":"https:\/\/wamena.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","width":278,"height":48,"caption":"Wamena"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9","name":"Roysi Kyosi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Roysi Kyosi"},"sameAs":["https:\/\/wamena.id"],"url":"https:\/\/wamena.id\/?author=1"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":935,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/933\/revisions\/935"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=933"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}