{"id":4155,"date":"2024-07-11T07:32:10","date_gmt":"2024-07-11T00:32:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wamena.id\/apakah-hujan-di-musim-kemarau-termasuk-anomali-bmkg-kasih-paham\/"},"modified":"2024-07-11T07:32:13","modified_gmt":"2024-07-11T00:32:13","slug":"apakah-hujan-di-musim-kemarau-termasuk-anomali-bmkg-kasih-paham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155","title":{"rendered":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham"},"content":{"rendered":"\n<div>\n<p>                    <!-- S: Table Of Content--><br \/>\n                                        <!-- E: Table Of Content--><\/p>\n<p>                    <strong>Jakarta, CNN Indonesia<\/strong> &#8212; <\/p>\n<p>Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<strong><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">BMKG<\/span><\/span><\/strong>)\u00a0Dwikorita Karnawati menegaskan Trend Populer\u00a0<strong><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"color: #ff0000;\">hujan deras<\/span><\/span><\/strong> di musim kemarau yang terjadi belakangan ini &#8220;bukanlah anomali iklim.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut Ia, kondisi tersebut Merupakan sesuatu yang normal dan wajar terjadi di Indonesia\u00a0lantaran letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua, yaitu Australia dan Asia; dan dua samudra, yaitu Pasifik dan Hindia.<\/p>\n<p>&#8220;Letak geografis ini menjadikan Indonesia memiliki dua musim yang berbeda, yaitu musim hujan dan musim kemarau,&#8221; ujar\u00a0Dwikorita dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (8\/7), dikutip dari siaran pers BMKG.<\/p>\n<p><!-- s: parallax --><br \/>\n<!-- e: parallax --><\/p>\n<p>&#8220;Angin monsun barat dari Benua Asia membuat Indonesia mengalami musim hujan. Sementara secara umum, musim kemarau di Indonesia berkaitan dengan aktifnya angin monsun timur dari Australia yang bersifat kering,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Meski Indonesia berstatus musim kemarau, Dwikorita\u00a0mengatakan hujan\u00a0tak berarti tidak turun sama sekali.<\/p>\n<p><!-- s: static_detail --><\/p>\n<p><!-- --><\/p>\n<p><!-- e: static_detail --><\/p>\n<p>Ia menjelaskan kemarau berarti curah hujan di suatu tempat kurang dari 50 milimeter per dasarian (periode 10 hari) dan terjadi minimal tiga dasarian berturut-turut.<\/p>\n<p>Musim kemarau sendiri tidak terjadi secara Pada saat yang sama di Indonesia dan berlangsung dengan durasi yang berbeda antar-wilayah.<\/p>\n<p>Mengikuti\u00a0data\u00a0BMKG\u00a0Sampai saat ini akhir Juni 2024, 43\u00a0persen Zona Musim (ZoM) di Indonesia Baru saja mengalami musim kemarau. Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia Berencana terjadi pada Juli dan Agustus 2024, yang mencakup 77,27\u00a0persen wilayah ZoM.<\/p>\n<p>Dwikorita\u00a0menegaskan musim kemarau tidak Setiap Saat menunjukkan kondisi iklim yang kering dan panas.\u00a0Pasalnya, Indonesia punya keragaman iklim\u00a0yang tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi musim.<\/p>\n<p>Faktor-faktor lain yang mempengaruhi keragaman iklim di Indonesia\u00a0di antaranya ialah faktor global\u00a0seperti Trend Populer El Nino\/La Nina, faktor regional misalnya Madden-Julian Oscillation (MJO) dan menghangatnya suhu permukaan laut di sekitar Indonesia.<\/p>\n<p>Ditambah lagi,\u00a0ada faktor lokal\u00a0seperti angin darat-angin laut.<\/p>\n<p>&#8220;Sebuah kejadian cuaca, umumnya merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor tersebut,&#8221; lanjut Dwikorita, yang merupakan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.<\/p>\n<p>Selain dipengaruhi iklim dan dinamika atmosfer,\u00a0Dwikorita mengatakan tipe hujan di Indonesia Bahkan dipengaruhi oleh kondisi topografi.<\/p>\n<p>Kondisi topografi wilayah Indonesia yang merupakan daerah pegunungan, berlembah, banyak pantai, merupakan faktor lokal yang dapat menambah beragamnya kondisi iklim di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Keragaman iklim inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia terbagi menjadi banyak zona musim, yaitu monsunal, ekuatorial, dan lokal di mana masing-masing tipe zona memiliki periode waktu terjadinya musim hujan dan musim kemarau yang berbeda,&#8221; urai Ia.<\/p>\n<h2 id=\"kasus-terkini\">Kasus terkini<\/h2>\n<p>Soal\u00a0Trend Populer hujan lebat dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah\u00a0termasuk Banten, Jabar, Jakarta, dan Maluku, Dwikorita mengungkap\u00a0hal itu disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional yang cukup signifikan.<\/p>\n<p>Di antaranya,\u00a0aktivitas Trend Populer MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan Gelombang Kelvin.<\/p>\n<p>Pertama,\u00a0MJO. Ini merupakan aktivitas dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah tropis,\u00a0berupa pergerakan sistem awan hujan yang bergerak di sepanjang khatulistiwa, dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika ke Samudra Pasifik dan melewati wilayah Benua Maritim Indonesia.<\/p>\n<p>Kepala BMKG\u00a0menyebut Trend Populer ini sifatnya\u00a0temporal dan Berencana terulang setiap 30 Sampai saat ini 60 hari di sepanjang wilayah khatulistiwa.<\/p>\n<p>MJO\u00a0memiliki perbedaan dalam skala ruang dan waktu dengan musim kemarau.<\/p>\n<p>Manakala musim kemarau terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung selama berbulan-bulan, ia menyebut\u00a0MJO hanya terjadi di wilayah yang dilewatinya dan hanya berlangsung dalam hitungan beberapa hari Sampai saat ini beberapa minggu.<\/p>\n<p>Trend Populer MJO ini bisa mempengaruhi pola cuaca dengan Memanfaatkan kemungkinan adanya periode hujan yang lebih intens, sekalipun itu di musim kemarau.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam beberapa hari terakhir, terjadi Trend Populer cuaca MJO yang aktif di sekitar wilayah Samudra Hindia dan mempengaruhi pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Pada periode tanggal 3 &#8211; 6 Juli 2024, gelombang atmosfer MJO, Rossby Equatorial, dan Kelvin aktif di Indonesia bagian tengah dan selatan,&#8221; lanjut Ia.<\/p>\n<p>Trend Populer MJO ini Sudah terdeteksi sejak 28 Juni. Sejak\u00a0itu,\u00a0BMKG\u00a0mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat.<\/p>\n<p>&#8220;Nah, daerah-daerah seperti Sumatra bagian selatan, Jawa (termasuk Jabodetabek), Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian selatan mengalami kondisi atmosfer yang Membantu pembentukan awan hujan, sehingga curah hujan meningkat di wilayah-wilayah tersebut,&#8221; tambah Ia.<\/p>\n<p>Senada, Deputi Bidang Meteorologi\u00a0BMKG\u00a0Guswanto mengatakan kombinasi pengaruh Trend Populer cuaca tersebut diperkirakan masih menimbulkan potensi hujan dengan intensitas Baru saja Sampai saat ini lebat yang disertai kilat\/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Pada 8\u00a0Sampai saat ini 10 Juli, hujan diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Malut, dan Papua.<\/p>\n<p>Pada\u00a0periode 11\u00a0Sampai saat ini 14 Juli, potensi hujan Baru saja-lebat diperkirakan terjadi di wilayah Sumatra bagian utara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Malut, dan Papua.<\/p>\n<p>&#8220;Meski beberapa wilayah di Indonesia Sudah memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk Setiap Saat waspada dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi di beberapa wilayah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Cuaca ekstrem tersebut meliputi hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat\/petir dan angin kencang, angin puting beliung, serta Trend Populer hujan es,&#8221; pungkas Guswanto.<\/p>\n<p>[Gambas:Video CNN]<\/p>\n<p>                    <!-- s:banner newstag --><\/p>\n<p><!-- \/4905536\/CNN_desktop\/cnn_teknologi\/newstag --><\/p>\n<p>                    <!-- e:banner newstag --><\/p>\n<p>                    <!-- s:fokus  --><br \/>\n                    <!-- s: cb fokus --><\/p>\n<p><!-- e: cb fokus --><\/p>\n<p>                    <!-- e:fokus  --><\/p><\/div>\n<p><script>\n    !function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n    n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;\n    n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n    t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,\n    document,'script','\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n    fbq('init', '1047303935301449');\n    fbq('track', \"PageView\");\n    <\/script><\/p>\n<p>Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)\u00a0Dwikorita Karnawati menegaskan Trend Populer\u00a0hujan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4156,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wamena\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-11T00:32:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-11T00:32:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\"},\"author\":{\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\"},\"headline\":\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham\",\"datePublished\":\"2024-07-11T00:32:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-11T00:32:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\"},\"wordCount\":808,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg\",\"articleSection\":[\"Teknologi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\",\"name\":\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-07-11T00:32:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-11T00:32:13+00:00\",\"description\":\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg\",\"width\":650,\"height\":366},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/wamena.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"name\":\"Wamena\",\"description\":\"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\",\"name\":\"Wamena\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"width\":278,\"height\":48,\"caption\":\"Wamena\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\",\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Roysi Kyosi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/wamena.id\"],\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","description":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","og_description":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","og_url":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155","og_site_name":"Wamena","article_published_time":"2024-07-11T00:32:10+00:00","article_modified_time":"2024-07-11T00:32:13+00:00","og_image":[{"width":650,"height":366,"url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Roysi Kyosi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Roysi Kyosi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155"},"author":{"name":"Roysi Kyosi","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9"},"headline":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham","datePublished":"2024-07-11T00:32:10+00:00","dateModified":"2024-07-11T00:32:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155"},"wordCount":808,"publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg","articleSection":["Teknologi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155","url":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155","name":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg","datePublished":"2024-07-11T00:32:10+00:00","dateModified":"2024-07-11T00:32:13+00:00","description":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham - Wamena","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/wamena.id\/?p=4155"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#primaryimage","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/bmkg-ungkap-alasan-perlunya-dibentuk-coe-ketahanan-air-dan-iklim_169.jpeg","width":650,"height":366},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=4155#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wamena.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Hujan di Musim Kemarau Termasuk Anomali? BMKG Kasih Paham"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wamena.id\/#website","url":"https:\/\/wamena.id\/","name":"Wamena","description":"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua","publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization","name":"Wamena","url":"https:\/\/wamena.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","width":278,"height":48,"caption":"Wamena"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9","name":"Roysi Kyosi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Roysi Kyosi"},"sameAs":["https:\/\/wamena.id"],"url":"https:\/\/wamena.id\/?author=1"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4157,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4155\/revisions\/4157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4155"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}