{"id":21932,"date":"2026-07-11T12:03:17","date_gmt":"2026-07-11T05:03:17","guid":{"rendered":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932"},"modified":"2026-07-11T12:03:22","modified_gmt":"2026-07-11T05:03:22","slug":"gen-z-cenderung-andalkan-edukasi-kesehatan-dari-tiktok-dibanding-dokter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932","title":{"rendered":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter"},"content":{"rendered":"<div>\n<p>        <!-- S:Table of Content --><\/p>\n<p>        <!-- E:Table of Content --><\/p>\n<p>        <strong>Jakarta<\/strong> &#8211; <\/p>\n<p>Generasi Z (<em>Gen Z<\/em>) Sekarang semakin mengandalkan <strong>media sosial<\/strong> sebagai sumber <strong>informasi kesehatan<\/strong>. Bahkan, sebagian di antaranya lebih memercayai informasi dari <em>TikTok<\/em> dibandingkan dokter.<\/p>\n<p>Hal tersebut terungkap dalam survei tahunan yang dilakukan pada 2025 oleh perusahaan komunikasi Edelman terhadap lebih dari 16 ribu responden berusia 18-34 tahun. Sesuai ketentuan rata-rata global survei tersebut, sebanyak 45 persen responden mengaku lebih mengandalkan saran kesehatan dari teman atau keluarga dibandingkan dokter.<\/p>\n<p>Sementara itu, 38 persen responden lebih memercayai informasi kesehatan yang diperoleh dari media sosial daripada tenaga medis.<\/p>\n<p><!--s:parallaxindetail--><\/p>\n<div class=\"parallaxindetail scrollpage\" style=\"height:650px;background-color:#F8F8F8;\">\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin:5px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nADVERTISEMENT&#13;\n<\/p>\n<p class=\"para_caption\" style=\"display:block;font-size: 9px;color: rgba(0, 0, 0, 0.55);position: relative;margin: 8px;text-align: center;left: 0px;right: 0px;letter-spacing: 0.7px;\">&#13;<br \/>\nSCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT&#13;\n<\/p>\n<\/div>\n<p><!--e:parallaxindetail--><\/p>\n<p>Survei ini melibatkan responden dari <strong>16 negara<\/strong>, Disebut juga:<\/p>\n<ul>\n<li>Australia<\/li>\n<li>Brasil<\/li>\n<li>Kanada<\/li>\n<li>China<\/li>\n<li>Prancis<\/li>\n<li>Jerman<\/li>\n<li>India<\/li>\n<li>Indonesia<\/li>\n<li>Jepang<\/li>\n<li>Meksiko<\/li>\n<li>Singapura<\/li>\n<li>Afrika Selatan<\/li>\n<li>Korea Selatan<\/li>\n<li>Uni Emirat Arab (UEA)<\/li>\n<li>Inggris<\/li>\n<li>Amerika Serikat<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berbeda dari, data dari Indonesia tidak dimasukkan dalam perhitungan rata-rata global.<\/p>\n<p><!--s:static_detail--> <\/p>\n<p> <!--e:static_detail--><\/p>\n<h2 id=\"gen-z-makin-mengandalkan-tiktok\">Gen Z Makin Mengandalkan TikTok<\/h2>\n<p>Chief Technology Officer DRSONO Medical, dr Charles Carlsen, mengatakan Trend Populer anak muda yang mencari informasi kesehatan melalui media sosial Sekarang semakin sering ditemui.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai dokter, saya melihat semakin banyak anak muda yang membuka <em>TikTok<\/em> dan grup percakapan dibandingkan menghubungi dokter. Survei Edelman mengonfirmasi apa yang kami lihat di klinik, Disebut juga hampir separuh Gen Z lebih mengutamakan saran kesehatan dari influencer dan teman sebaya dibanding dokter,&#8221; ujarnya kepada <em>Newsweek.<\/em><\/p>\n<p>Survei tersebut Bahkan menemukan sekitar sepertiga Gen Z (33 persen) pernah mengambil keputusan terkait kesehatannya Sesuai ketentuan saran kreator konten yang tidak memiliki latar belakang medis. Dibandingkan kelompok usia yang lebih tua, Gen Z Bahkan dua kali lebih Kemungkinan dipengaruhi oleh orang tanpa kredensial medis dalam mengambil keputusan kesehatan.<\/p>\n<p>Dokter umum di Cassiobury Court, Inggris, dr Olalekan Otulana, mengatakan banyak pasien muda datang dengan keyakinan yang Pernah terjadi terbentuk setelah melihat konten kesehatan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak pasien muda datang dengan pendapat yang Pernah terjadi kuat Sesuai ketentuan apa yang mereka lihat secara online, terutama di platform seperti <em>TikTok <\/em>atau<em> Instagram<\/em>, sehingga temuan ini tidak mengejutkan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2 id=\"mengapa-tiktok-makin-dipercaya--1\">Mengapa TikTok Makin Dipercaya?<\/h2>\n<p>Di <em>TikTok<\/em>, ribuan konten berisi pengalaman pribadi, dugaan diagnosis, Sampai saat ini saran kesehatan beredar luas. Meski sebagian dibuat oleh tenaga kesehatan, banyak pula yang berasal dari kreator tanpa latar belakang medis.<\/p>\n<p>Tagar <em>#medicaladvice<\/em> Sebelumnya digunakan lebih dari 39 ribu kali, sementara <em>#healthtok<\/em> memiliki lebih dari 153 ribu unggahan.<\/p>\n<p>Survei Edelman Bahkan menemukan hampir separuh responden muda percaya bahwa seseorang yang mempelajari suatu penyakit melalui internet dapat memahami kondisi tersebut sama baiknya dengan dokter.<\/p>\n<p>Meski dokter masih menjadi sumber informasi kesehatan yang paling dipercaya secara keseluruhan, kesenjangan itu semakin menyempit pada Gen Z. Kelompok ini semakin menaruh kepercayaan pada influencer, kreator konten, maupun orang yang memiliki pengalaman pribadi dibandingkan kredensial medis formal.<\/p>\n<h2 id=\"risiko-misinformasi\">Risiko Misinformasi<\/h2>\n<p>Di sisi lain, para dokter mengingatkan masyarakat Supaya bisa tidak menjadikan media sosial sebagai pengganti konsultasi medis.<\/p>\n<p>dr Carlsen menilai meningkatnya pencarian informasi kesehatan melalui media sosial merupakan persoalan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Dukungan dari sesama pengguna internet memang bermanfaat, tetapi tidak bisa menggantikan Terapi berbasis bukti ilmiah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia mengaku pernah menangani pasien yang menunda Terapi penyakit serius karena mempercayai informasi di internet yang menyebut kondisinya normal. Akibatnya, pasien baru datang ke instalasi gawat darurat beberapa minggu kemudian.<\/p>\n<p>&#8220;Misinformasi menyebar dengan sangat Mudah dan dapat menyebabkan diagnosis mandiri yang keliru, keterlambatan Terapi, Sampai saat ini penyalahgunaan Medis,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Karena itu, ia mendorong tenaga kesehatan untuk lebih aktif hadir di platform digital Supaya bisa dapat menjangkau generasi muda sekaligus Mendukung mereka memilah informasi kesehatan yang benar.<\/p>\n<p>Temuan tersebut sejalan dengan studi yang dilakukan University of Chicago Pritzker School of Medicine pada 2024. Penelitian itu menemukan masih banyak misinformasi kesehatan yang beredar di <em>TikTok.<\/em><\/p>\n<p>Mahasiswa kedokteran tahun ketiga University of Chicago Pritzker School of Medicine, Rose Dimitroyannis, bersama tim peneliti menganalisis kualitas informasi kesehatan di <em>TikTok<\/em> untuk mengetahui seberapa banyak <strong>misinformasi <\/strong>yang beredar dan siapa saja penyebarnya.<\/p>\n<p>Penelitian yang dipublikasikan pada Maret 2024 itu berfokus pada video mengenai sinusitis dengan tagar <em>#sinusitis, #sinus, <\/em>dan<em> #sinusinfection<\/em>. Video dinilai Sesuai ketentuan tingkat kemudahan dipahami, keandalan informasi, serta manfaatnya menggunakan instrumen ilmiah yang Sebelumnya tervalidasi.<\/p>\n<p>Hasilnya, sekitar 44 persen video mengandung informasi yang tidak faktual.<\/p>\n<p>Sebagian besar video yang menyesatkan berasal dari influencer nonmedis, Disebut juga kreator dengan lebih dari 10 ribu pengikut yang tidak memiliki latar belakang tenaga kesehatan. Kelompok ini menghasilkan hampir setengah dari seluruh video yang dianalisis dan memperoleh skor kualitas lebih rendah dibandingkan konten dari tenaga medis.<\/p>\n<p>Berbeda dari, video yang dibuat oleh dokter atau tenaga kesehatan umumnya berisi edukasi dan memperoleh nilai lebih tinggi dari sisi akurasi, kualitas informasi, serta keseimbangan dalam menjelaskan manfaat dan risiko suatu tindakan medis.<\/p>\n<h2 id=\"misinformasi-bisa-berdampak-serius\">Misinformasi Bisa Berdampak Serius<\/h2>\n<p>Peneliti mengingatkan penyebaran informasi kesehatan yang tidak akurat dapat menimbulkan kebingungan Sampai saat ini membahayakan kesehatan.<\/p>\n<p>Sebagian &#8220;Terapi&#8221; yang viral di media sosial memang berisiko. Berbeda dari, dampak lain yang tak kalah penting Merupakan seseorang bisa menunda mendapatkan penanganan medis yang tepat karena lebih memilih terapi alternatif yang tidak terbukti atau kehilangan kepercayaan terhadap tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sering menemui pasien yang datang membawa informasi dari internet atau media sosial, dan berkali-kali informasi itu justru mengarahkan mereka ke keputusan yang keliru,&#8221; kata peneliti senior Christopher Roxbury.<\/p>\n<p>Menurutnya, ada pasien yang Pernah terjadi menjalani terapi yang viral di media sosial tanpa memperoleh manfaat. Bahkan, dalam beberapa kasus, kondisi mereka justru memburuk.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya Merupakan tren memasukkan siung bawang putih utuh ke dalam hidung untuk mengatasi hidung tersumbat. Padahal, lendir yang keluar setelahnya bukan berarti saluran napas menjadi lebih bersih, melainkan akibat iritasi yang memicu produksi lendir lebih banyak. Trik tersebut Bahkan berisiko melukai jaringan hidung atau membuat bawang putih tersangkut di rongga hidung.<\/p>\n<p>Meski demikian, peneliti menilai media sosial tetap dapat menjadi sarana edukasi kesehatan yang bermanfaat Manakala dimanfaatkan secara tepat.<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau untuk Setiap Saat memverifikasi informasi kesehatan dengan sumber yang tepercaya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila ragu.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut Bahkan menemukan hanya sekitar 15 persen video dari tenaga medis yang mengandung informasi tidak faktual. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan hampir 60 persen video dari influencer nonmedis.<\/p>\n<p>Meski demikian, video dari influencer nonmedis memiliki jangkauan yang jauh lebih luas karena jumlahnya lebih banyak. Para peneliti pun mendorong tenaga kesehatan untuk lebih aktif membuat konten edukasi di media sosial Supaya bisa informasi yang akurat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.<\/p>\n<p>Terlebih, National Health Service (NHS) Inggris Sekarang meluncurkan akun resmi pertamanya di TikTok di tengah meningkatnya kecenderungan anak muda mencari informasi kesehatan dari influencer dibandingkan sumber-sumber resmi.<\/p>\n<p>Akun tersebut dibuat setelah Direktur Medis Nasional NHS yang baru, Prof Frankie Swords, memperingatkan bahwa misinformasi Sebelumnya menjadi &#8220;ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.&#8221;<\/p>\n<p>Menurutnya, NHS Dianjurkan menghadirkan informasi kesehatan berbasis bukti di media sosial, mengingat semakin banyak masyarakat yang mencari informasi kesehatan melalui platform tersebut dibandingkan melalui saluran informasi tradisional.<\/p>\n<p>&#8220;Ada begitu banyak misinformasi di luar sana, dan saya khawatir ini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Orang-orang Sekarang semakin rentan terhadap nasihat yang berbahaya,&#8221; ujar Swords.<\/p>\n<p>&#8220;Di seluruh NHS, kami Pernah terjadi melihat dampaknya. Ada orang-orang yang yakin dirinya mengidap penyakit tertentu, menolak menggunakan Terapi medis yang Sebelumnya terbukti efektif, atau justru memilih terapi alternatif maupun Medis ajaib yang sama sekali belum terbukti,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>        <strong>(suc\/tgm)<\/strong><\/p><\/div>\n<p>Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Generasi Z (Gen Z) Sekarang semakin mengandalkan media sosial sebagai sumber informasi kesehatan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21933,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[36],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wamena\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-11T05:03:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-11T05:03:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\"},\"author\":{\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\"},\"headline\":\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter\",\"datePublished\":\"2026-07-11T05:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-11T05:03:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\"},\"wordCount\":1165,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg\",\"articleSection\":[\"Kesehatan\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\",\"name\":\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-11T05:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-11T05:03:22+00:00\",\"description\":\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/wamena.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"name\":\"Wamena\",\"description\":\"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\",\"name\":\"Wamena\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"width\":278,\"height\":48,\"caption\":\"Wamena\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\",\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Roysi Kyosi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/wamena.id\"],\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","description":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","og_description":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","og_url":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932","og_site_name":"Wamena","article_published_time":"2026-07-11T05:03:17+00:00","article_modified_time":"2026-07-11T05:03:22+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Roysi Kyosi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Roysi Kyosi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932"},"author":{"name":"Roysi Kyosi","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9"},"headline":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter","datePublished":"2026-07-11T05:03:17+00:00","dateModified":"2026-07-11T05:03:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932"},"wordCount":1165,"publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg","articleSection":["Kesehatan"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932","url":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932","name":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg","datePublished":"2026-07-11T05:03:17+00:00","dateModified":"2026-07-11T05:03:22+00:00","description":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter - Wamena","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/wamena.id\/?p=21932"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#primaryimage","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/2208079198-1783712128077_169.jpeg","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21932#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wamena.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gen Z Cenderung Andalkan Edukasi Kesehatan dari TikTok Dibanding Dokter"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wamena.id\/#website","url":"https:\/\/wamena.id\/","name":"Wamena","description":"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua","publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization","name":"Wamena","url":"https:\/\/wamena.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","width":278,"height":48,"caption":"Wamena"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9","name":"Roysi Kyosi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Roysi Kyosi"},"sameAs":["https:\/\/wamena.id"],"url":"https:\/\/wamena.id\/?author=1"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21934,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21932\/revisions\/21934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21932"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=21932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}