{"id":21799,"date":"2026-07-04T21:11:10","date_gmt":"2026-07-04T14:11:10","guid":{"rendered":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799"},"modified":"2026-07-04T21:11:12","modified_gmt":"2026-07-04T14:11:12","slug":"gabungan-respons-pigai-yang-pertanyakan-kredibilitas-ylbhi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799","title":{"rendered":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div><!--[--><\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>Gabungan Penegak Hukum Dan HAM Papua merespons Menteri HAM Natalius Pigai yang mempertanyakan kredibilitas Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/ylbhi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">YLBHI<\/a> karena mengkritik revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. <\/p>\n<\/div>\n<p><!--]--><!--[--><\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p><strong>Pilihan editor: <a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/politik\/cara-melindungi-bangunan-cagar-budaya-2273433\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Upaya Melindungi Bangunan Cagar Kearifan Lokal Tak Dibongkar<\/a><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><!--]--><\/p>\n<div>\n<div class=\"bg-neutral-200 w-full text-center border-2 border-neutral-300 border-b-0 p-3\">\n<p class=\"text-neutral-900 text-xs flex gap-2 justify-center\"> Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca <\/p>\n<\/div>\n<div class=\"bg-[#fafafa]\">\n<div class=\"bg-neutral-300 overflow-clip ads w-[320px] min-h-[640px] m-auto mb-6\">\n<div class=\"top-20 sticky\"><!--[--><!--[--><\/p>\n<div class=\"flex justify-center m-auto\">\n<div class=\"w-full\">\n<div class=\"min-w-[300px] min-h-[90px] relative border-2 bg-neutral-500 border-neutral-300 border-t-0 overflow-hidden\"><\/div>\n<p><!----><\/div>\n<\/div>\n<p><!--]--><!--]--><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><!--[--><\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>Anggota Gabungan sekaligus Direktur LBH Papua,\u00a0Festus Ngoranmele, mengatakan YLBHI bersama 18 kantor Lembaga Bantuan Hukum yang tersebar dari Pulau Sumatera sampai dengan Pulau Papua Sebelumnya berdiri sejak 1970-an. Usia tersebut, kata Ia, lebih tua dibandingkan dengan Usia Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) yang baru dibentuk pada tahun 1994.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<p><!--]--><!--[--><\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>&#8220;Apalagi Institusi Kementerian HAM Republik Indonesia\u00a0yang baru seumur jagung,&#8221; kata Ia dalam keterangan resmi pada Sabtu, 4 Juli 2026.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl\">\n<p>Menurut Gabungan, perbedaan usia itu menunjukkan ada perbedaan dalam melakukan pekerjaan melindungi, menghormati, menegakkan, dan memajukan HAM. Kata Gabungan, YLBHI dibentuk untuk memperjuangkan HAM baik secara ekonomi, sosial, Kearifan Lokal, sipil, dan politik.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<p><!--]--><!--[--><\/p>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>&#8220;Caranya dengan pendekatan advokasi litigasi, advokasi non-litigasi dan advokasi kebijakan yang Sebelumnya dilakukan di tingkat\u00a0nasional maupun daerah dari Pulau Sumatera sampai dengan Pulau Papua,&#8221; kata Ia.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Karena itu, Gabungan menilai Pigai tidak layak dan tidak etis mempertanyakan kredibilitas organisasi yang mengkritik RUU HAM, khususnya YLBHI. Menurut Gabungan, Pigai lupa bahwa sejak LBH-YLBHI lahir Sebelumnya bekerja menangani berbagai persoalan pelanggaran HAM di Indonesia.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>YLBHI Bahkan melahirkan berbagai kebijakan tentang HAM termasuk kebijakan pembentukan lembaga negara di bidang HAM seperti Komnas HAM RI, Komnas Anti-Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan Republik Indonesia, dan lain sebagainya.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Karena keanehan sikap Pigai,\u00a0YLBHI bersama 46 lebih organisasi masyarakat sipil membuat Siaran Pers berjudul \u201cProblema Revisi Perundang-Undangan HAM : Penolakan dan Catatan Kritis Gabungan Masyarakat Sipil\u201d dengan mengusung sepuluh tuntutan. Salah satu tuntutan meminta partisipasi bermakna dalam penyusunan revisi Perundang-Undangan HAM.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Menurut Gabungan, organisasi masyarakat sipil merupakan bagian langsung dari implementasi Syarat Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Isinya, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengembangkan pribadinya dan lingkungan sosialnya.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis sarana. &#8220;Atas dasar itu maka pembatasan terhadap tuntutan di atas Merupakan bagian langsung dari pelanggaran Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999,&#8221; ujar Ia.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Gabungan Bahkan menilai sikap Pigai menunjukkan bahwa Menteri HAM melalaikan perintah dalam Syarat Pasal 5, Undang Undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Isinya, peraturan Perundang-undangan Sangat dianjurkan dilakukan Merujuk pada pada asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang baik, yang meliputi: kejelasan tujuan; kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat; kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan; dapat dilaksanakan; kedayagunaan dan kehasilgunaan; kejelasan rumusan; dan keterbukaan.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Di sisi lain, Gabungan meminta Pigai dan Dewan Perwakilan Rakyat segera menerima dan menindaklanjuti sepuluh tuntutan organisasi masyarakat sipil. Gabungan Bahkan meminta Pigai melibatkan secara bermakna individu, organisasi masyarakat sipil, kelompok perempuan akar rumput (perempuan adat, petani, nelayan, buruh migran), kelompok minoritas gender, penyandang Penyandang Disabilitas, dan penyintas dalam setiap tahapan penyusunan RUU HAM.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Adapun Gabungan ini terdiri dari LBH Papua, PAHAM Papua, ALDP, KPKC Sinode Tanah Papua, JPIC OFM Papua, Elsham Papua, Yadupa, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, LBH Papua Merauke, LBH Papua Pos Sorong, Kontras Papua, dan Tong Pu Ruang Unggul tinggi.\u00a0<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Pigai sebelumnya menanggapi catatan kritis dari Sebanyaknya organisasi masyarakat sipil terhadap revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Ia mengklaim tidak ada yang memprotes RUU HAM setelah dua bulan drafnya dibuka untuk publik. \u201cRUU HAM Sebelumnya hampir dua bulan kami rilis, tidak ada satu pasal yang diprotes,\u201d kata Ia kepada wartawan di kantornya pada Senin, 29 Juni 2026.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Pigai mengklaim \u201champir semua\u201d elemen masyarakat Sebelumnya dilibatkan dalam pembahasan RUU ini, termasuk kelompok Penyandang Disabilitas. Bahkan, kata Pigai, 17 kementerian\/ lembaga Sebelumnya dilibatkan dan menyetujui RUU itu.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Pigai kemudian mempertanyakan kredibilitas organisasi yang mengkritik RUU HAM, khususnya YLBHI. Ia berkomentar, lembaga bantuan hukum sebaiknya mengkritik di bidang hukum dan bukan HAM. \u201cIni yang LBH, itu singkatannya apa? LBH singkatannya lembaga bantuan hukum. Oh, saya pikir HAM,\u201d kata Ia.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>Menurut Pigai, lembaga bantuan hukum berhak memberi kritik dalam bidang HAM, Bertolak belakang dengan tidak cocok sesuai bidangnya. \u201cIa punya wewenang tapi tidak <em>reliable<\/em>, tidak <em>compatible<\/em>, Ibarat kalau Anda punya <em>handphone<\/em> Samsung, Sangat dianjurkan <em>charge<\/em> itu dengan kabel Samsung, bukan kabel iPhone,\u201d ujarnya. \u201cTahu diri dong, lembaga bantuan hukum berkomentar HAM.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"content-wrapper\" class=\"max-lg:container xl paywall-content\">\n<p>\u00a0<\/p>\n<h6>Nabilla Azzahra berkontribusi dalam tulisan ini<\/h6>\n<\/div>\n<p><!--]--><!----><\/div>\n<p>Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gabungan Penegak Hukum Dan HAM Papua merespons Menteri HAM Natalius Pigai yang mempertanyakan kredibilitas Yayasan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21800,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-21799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Wamena\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-04T14:11:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-04T14:11:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"405\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Roysi Kyosi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\"},\"author\":{\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\"},\"headline\":\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI\",\"datePublished\":\"2026-07-04T14:11:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-04T14:11:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\"},\"wordCount\":702,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg\",\"articleSection\":[\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\",\"name\":\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-04T14:11:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-04T14:11:12+00:00\",\"description\":\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg\",\"width\":720,\"height\":405},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/wamena.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"name\":\"Wamena\",\"description\":\"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#organization\",\"name\":\"Wamena\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png\",\"width\":278,\"height\":48,\"caption\":\"Wamena\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9\",\"name\":\"Roysi Kyosi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Roysi Kyosi\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/wamena.id\"],\"url\":\"https:\/\/wamena.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","description":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","og_description":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","og_url":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799","og_site_name":"Wamena","article_published_time":"2026-07-04T14:11:10+00:00","article_modified_time":"2026-07-04T14:11:12+00:00","og_image":[{"width":720,"height":405,"url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Roysi Kyosi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Roysi Kyosi","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799"},"author":{"name":"Roysi Kyosi","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9"},"headline":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI","datePublished":"2026-07-04T14:11:10+00:00","dateModified":"2026-07-04T14:11:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799"},"wordCount":702,"publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg","articleSection":["Nasional"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799","url":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799","name":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","isPartOf":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg","datePublished":"2026-07-04T14:11:10+00:00","dateModified":"2026-07-04T14:11:12+00:00","description":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI - Wamena","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/wamena.id\/?p=21799"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#primaryimage","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/1479967_720.jpg","width":720,"height":405},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/wamena.id\/?p=21799#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/wamena.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gabungan Respons Pigai yang Pertanyakan Kredibilitas YLBHI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/wamena.id\/#website","url":"https:\/\/wamena.id\/","name":"Wamena","description":"Berita Nasional Terbaru Dan Menguak Informasi Dari Tanah Papua","publisher":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/wamena.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/wamena.id\/#organization","name":"Wamena","url":"https:\/\/wamena.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","contentUrl":"https:\/\/wamena.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/wamena.png","width":278,"height":48,"caption":"Wamena"},"image":{"@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/f26e2acdc60768612ad1fa57d27d4ea9","name":"Roysi Kyosi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/wamena.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9fb99f4b94a5c0615a6d8645b8e65a2b6ab8dd0a53f4ce4a4db79038566d45b0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Roysi Kyosi"},"sameAs":["https:\/\/wamena.id"],"url":"https:\/\/wamena.id\/?author=1"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=21799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21801,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/21799\/revisions\/21801"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/21800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=21799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=21799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=21799"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/wamena.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=21799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}