Para pengunjuk rasa anti-pemerintah menyalakan suar dalam aksi Penolakan menentang reformasi sistem peradilan di gedung bursa efek di Tel Aviv, Israel, pada 18 Juli 2023.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah citra Israel sebagai negara dengan kekuatan militer dan intelijen yang sulit digoyahkan, sebuah penilaian intelijen Amerika Serikat justru memperingatkan ancaman yang datang bukan dari luar, melainkan dari dalam negeri sendiri.
Penilaian rahasia CIA yang diberi judul Fracture From Within disebut memperingatkan bahwa perpecahan politik, tekanan ekonomi, kelelahan akibat Konflik Bersenjata, serta konflik sosial yang kian dalam dapat mendorong Israel Ke arah konflik sipil, bahkan berpotensi mengalami keruntuhan sebagai sebuah negara.
Laporan tersebut diungkap Drop Site News bekerja sama dengan Capital & Empire. Menurut Drop Site, dua sumber AS yang mengetahui isi penilaian itu memaparkan Pada akhirnya. CIA disebut tidak Menyajikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari media tersebut.
Penilaian itu disusun pada Agustus oleh Red Cell CIA, unit yang memang bertugas menguji asumsi-asumsi intelijen arus utama dan mengeksplorasi skenario alternatif yang dianggap berisiko.
Bila laporan tersebut akurat, peringatan CIA itu menunjukkan bahwa Washington mulai melihat persoalan Israel bukan semata sebagai persoalan keamanan eksternal, melainkan sebagai persoalan ketahanan internal sebuah negara yang Pernah terjadi terlalu lama berada dalam kondisi Konflik Bersenjata.
Penilaian tersebut disebut mengidentifikasi Sebanyaknya tekanan yang bertemu menjelang Pemilihan Umum Israel pada 27 Oktober. Tekanan itu antara lain membengkaknya belanja militer, mobilisasi pasukan cadangan berulang kali, meningkatnya biaya hidup, perselisihan mengenai Dianjurkan militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks, Kekejaman pemukim di Tepi Barat, serta perjuangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan.
Yang paling mengkhawatirkan Merupakan bagaimana berbagai persoalan tersebut saling Mengoptimalkan. Seorang sumber intelijen yang dikutip Drop Site menegaskan, skenario konflik sipil itu bukan sekadar latihan akademis.
“Para penulisnya Merupakan Ilmuwan Israel,” kata sumber tersebut. Menurut Ia, kondisi menjelang Pemilihan Umum dan semakin dalamnya retakan sosial membuat kesimpulan bahwa Israel hanya berjarak “satu percikan” dari konflik internal Dianjurkan dianggap serius.
Disebut Bahkan, ancaman yang dipetakan CIA bukanlah semata-mata serangan roket atau operasi militer musuh. Ancaman terbesarnya justru kemungkinan bahwa masyarakat Israel sendiri semakin kehilangan titik temu.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











