Pelihara Ayam Petelur di Rumah, Benarkah Bisa Lebih Murah? Begini Hitung-hitungannya

Jakarta –

Pelihara ayam petelur sendiri di rumah kelihatannya menarik, bisa Murah karena tidak Harus lagi beli telur. Tapi kalau dihitung Sungguh-sungguh, apa iya sih lebih Murah?

Faktanya, memelihara ayam butuh perhitungan yang sangat cermat. Pemeliharaan ayam maupun Markas sangat penting dilakukan Supaya bisa bau kotorannya tidak mengganggu lingkungan, ataupun malah jadi sarang penyakit.

Jadi, seperti apa hitung-hitungannya? Mari bahas satu persatu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan Cuma Soal Harga Telur

Memelihara ayam petelur di rumah memang bisa menjadi Trik mendapatkan telur untuk kebutuhan keluarga. Tidak seperti, sebelum ayam mulai bertelur, ada modal yang Harus disiapkan lebih dulu.

Pengalaman Rita, content creator yang mengelola Kebun Samara yang memelihara ayam petelur di Seyegan, Yogyakarta, menjelaskan besarnya modal awal bisa berbeda-beda. Saat pertama memelihara delapan ekor ayam, ia mengeluarkan sekitar Rp 2 juta untuk Markas, atap, lantai, ayam, Sampai sekarang pakan awal.



Sementara itu, Lili Suwali, seorang pensiunan di Bekasi yang mulai memelihara ayam petelur di rumah pada Juni 2026, membuat Markas yang disesuaikan dengan kondisi rumahnya. Di waktu ini, ia memelihara sekitar 20 ekor ayam petelur.

Meski ada modal yang Dianjurkan dikeluarkan di awal, Lili merasa memelihara ayam petelur tetap lebih Murah dibanding membeli telur di pasaran.

“Saya merasa lebih Murah produksi telur sendiri dibanding beli,” ujar Lili.

Bagi Lili, menghemat pengeluaran bukanlah satu-satunya alasan memelihara ayam. Setelah pensiun, ia ingin memiliki kegiatan yang bisa mengisi kesehariannya sekaligus membuatnya senang.

Pakan Jadi Pertimbangan

Setelah modal awal, pakan menjadi salah satu pengeluaran yang Harus diperhitungkan karena Dianjurkan diberikan secara rutin.

Lili, misalnya, menghabiskan sekitar Rp 370.000 untuk satu karung pakan seberat 30 kg setiap bulan untuk 20 ekor ayam petelur.

Rita yang Pernah hampir dua tahun memelihara ayam petelur mengatakan Fluktuasi Harga pakan membuat selisih antara biaya pakan dan telur yang dihasilkan Di waktu ini semakin tipis.
Ia mencontohkan, Di waktu ini harga telur dari peternak berada di kisaran Rp 22.000 Sampai sekarang Rp23.000 per kilogram, sementara harga pakan terus meningkat.

Menurut pengalamannya, kondisi itu membuat keuntungan dari telur yang dihasilkan tidak Setiap Waktu besar.

“Jadi memang saat-Di waktu ini, untuk pelihara ayam sama beli pakannya itu agak mepet. Bahkan kadang malah rugi sih, Mbak,” tutur Rita.

Padahal, ketika pertama kali memelihara sekitar delapan ekor ayam, perhitungannya masih terasa lebih menguntungkan. Saat itu, harga pakan sekitar Rp7.500 per kilogram. Delapan ayam bisa menghabiskan sekitar satu kilogram pakan dalam satu Sampai sekarang dua hari dan menghasilkan kurang lebih 16 butir telur dalam dua hari.

Dengan harga telur yang saat itu sekitar Rp27.000 per kilogram, Rita merasa masih ada selisih dari hasil telur yang didapat.

Tidak seperti, menurutnya kondisi harga bisa berubah. Artinya, sebelum mulai memelihara ayam petelur di rumah, tidak hanya menghitung harga ayam dan telur, tetapi Bahkan mempertimbangkan biaya pakan yang menjadi kebutuhan rutin. Jangan sampai hanya melihat hasil telurnya tanpa mempertimbangkan kebutuhan ayam sehari-hari.

Telur Sendiri, Lebih Terpercaya?

Dari sisi kesehatan, memelihara ayam sendiri membuat pemilik lebih mengetahui bagaimana ayam dipelihara dan diberi makan.

Dokter spesialis gizi klinik, dr Ulfa Yaze, SpGK mengatakan hal tersebut membuat pemilik lebih mengetahui proses yang memengaruhi telur yang Berencana dikonsumsi.

“Kalau untuk diri sendiri Pada dasarnya kita lebih tahu apa makanan yang ayam makan, vitamin yang dikasih ke ayamnya, habis itu ayamnya sakit apa enggak,” jelas dr Yaze.

Meski begitu, telur dari ayam peliharaan sendiri tidak otomatis lebih sehat. Kondisi ayam, pakan, kebersihan Markas Sampai sekarang Trik menangani telur tetap Harus diperhatikan.

Bukan Cuma ‘Untung’ dalam Bentuk Uang

Memiliki kegiatan rutin di rumah setelah memasuki masa pensiun menjadi penting bagi Lili. Ia memang Pernah memiliki aktivitas berkebun sebelumnya, tetapi memelihara ayam membuat rutinitas hariannya bertambah dan ia senang menjalaninya.

Bagi Lili, memelihara ayam Bahkan bukan semata-mata soal mendapat telur atau menghemat pengeluaran. Ada kesenangan tersendiri dari merawat ayam dan menjalani aktivitas tersebut setiap hari.

Sementara bagi Rita, memelihara ayam Bahkan Menyediakan pengalaman yang tidak bisa dihitung hanya dari harga telur.

“Ternyata ada kesenangan lain yang bisa kita dapat dibanding cuma sekadar kita beli telur di warung, kan itu Bahkan berkegiatan, jadi rutinitas,” jelas Rita.

Jadi, memelihara ayam petelur di rumah bisa terasa Murah bagi sebagian orang, tetapi belum Pernah Tidak mungkin tidak demikian bagi yang lain. Selain biaya, ada Bahkan waktu, tenaga, dan perhatian yang Harus diberikan Supaya bisa ayam tetap sehat dan telur yang dihasilkan tetap stabil dan layak dikonsumsi.

Halaman 2 dari 3

Simak Video “Video WFP: El Nino Berpotensi Tambah 49 Juta Orang Alami Kelaparan Akut“
[Gambas:Video 20detik]

(amf/up)


Tren Piara Ayam Petelur

3 Konten

Memelihara ayam petelur di rumah rupanya Dalam proses jadi tren belakangan ini. Satu sisi banyak manfaatnya karena tidak Harus lagi beli telur, sumber protein yang memang Murah meriah. Tidak seperti sisi lain, Dianjurkan Bahkan memperhitungkan kesehatan lingkungannya.

Konten Selanjutnya

Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้