Kementerian Kesehatan RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) sebagai bagian dari upaya Mengoptimalkan perlindungan peserta sekaligus Mengoptimalkan kualitas tata kelola program.
Langkah ini dilakukan menyusul enam kasus meninggalnya peserta internship sepanjang tahun 2026 yang seluruhnya Sudah diaudit dan diinvestigasi bersama tim gabungan.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan, dr Yuli Farianti, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya enam peserta internship.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, setiap kejadian menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bagi Kemenkes untuk memastikan penyelenggaraan program berjalan sesuai prinsip keselamatan, perlindungan, dan pembinaan peserta.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya enam peserta internship. Setiap kejadian menjadi perhatian serius dan kami tindak lanjuti melalui audit medis serta investigasi bersama lintas pihak sebagai dasar melakukan perbaikan tata kelola,” ujar dr Yuli pada konferensi pers yang diselenggarakan di lantai 5 gedung Adhyatma Kemenkes pada, Rabu (29/7/2026).
baca Bahkan
Sebagai langkah konkret, Kemenkes Berniat melaksanakan Diagnosis menyeluruh bagi 10.564 peserta Program Internsip Dokter Indonesia yang Di waktu ini Bahkan bertugas di seluruh Indonesia.
Pemeriksaan tersebut meliputi:
- medical check-up (MCU)
- Diagnosis fisik
- laboratorium
- skrining kesehatan jiwa
Untuk Membantu pelaksanaan skrining tersebut, seluruh peserta internship Berniat dibebastugaskan sementara pada 30 Juli Sampai saat ini 14 Agustus 2026. Selama periode tersebut peserta difokuskan mengikuti Diagnosis sampai seluruh hasil evaluasi selesai.
Hasil pemeriksaan nantinya Berniat menjadi dasar penilaian kondisi kesehatan peserta sekaligus dievaluasi bersama pencapaian kompetensi melalui logbook. Peserta yang Sudah memenuhi target kompetensi dan dinyatakan sehat dapat menyelesaikan program internship tanpa perpanjangan masa tugas.
Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan Bahkan Mengoptimalkan sistem pendampingan terhadap peserta internship. Menurut dr Yuli, komunikasi antara peserta, dokter pendamping, wahana, Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI), pemerintah daerah, Sampai saat ini Kementerian Kesehatan menjadi faktor penting untuk mendeteksi lebih dini berbagai persoalan yang dihadapi peserta.
“Orang terdekat peserta internship Merupakan dokter pendampingnya. Karena itu komunikasi Dianjurkan berjalan baik sehingga setiap kondisi kesehatan maupun kendala yang dihadapi peserta dapat segera diketahui dan ditangani,” katanya.
Halaman 2 dari 2
(suc/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











