loading…
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Kendaraan Pribadi Listrik. Foto /Daily
Tidak seperti Kendaraan Pribadi bensin, pengemudi Dianjurkan merencanakan terlebih Pada masa itu titik pengisian daya, stasiun pengisian daya yang kompatibel, jarak tempuh Pada dasarnya, dan faktor-faktor seperti cuaca, medan, dan kecepatan.
Tantangan terbesar dalam perjalanan jauh dengan Motor Listrik seringkali terletak pada pengisian daya.
Stasiun pengisian daya tidak tersedia semudah SPBU di setiap pintu keluar jalan raya, dan tidak semua stasiun pengisian daya cocok untuk perjalanan yang membutuhkan kepatuhan terhadap jadwal.
Untuk perjalanan jauh, pengisian Unggul DC hampir Setiap Saat menjadi pilihan yang paling Unggul, kecuali Bila kendaraan diisi daya semalaman di hotel atau saat berhenti lama.
Pengemudi Bahkan tidak boleh berasumsi bahwa kendaraan mereka dapat menempuh jarak persis seperti yang diiklankan oleh Badan Perlindungan LingkunganAS(EPA). Bila Motor Listrik diberi peringkat 300 mil per pengisian daya oleh EPA, itu tidak berarti kendaraan tersebut Berniat dengan mudah mencapai jarak tersebut sebelum Dianjurkan diisi ulang.
Pengujian Consumer Reports menunjukkan bahwa dalam banyak kasus, angka laboratorium EPA 10 Sampai saat ini 20% lebih tinggi daripada kenyataan, bahkan dalam kondisi pengoperasian yang relatif menguntungkan.
Salah satu alasan pentingnya Merupakan pengujian EPA membatasi kecepatan Sampai saat ini 60 mil per jam, sementara kecepatan di banyak jalan raya biasanya antara 65 dan 70 mil per jam, dan di beberapa tempat bahkan Sampai saat ini 80 mil per jam. Semakin tinggi kecepatan, semakin Unggul baterai terkuras.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











