Gunung Kawi. (Foto: dok Instagram/gunungkawistory)
JAKARTA – Nama Gunung Kawi belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya tempat ziarah religi tersebut belakangan ramai dikaitkan dengan isu pesugihan salah satu Seniman ternama.
Menanggapi hal tersebut, pengelola wisata religi Gunung Kawi Pada akhirnya buka suara lewat pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram @gunungkawistory. Dalam unggahan tersebut, pengelola menegaskan bahwa Gunung Kawi sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai tempat berdoa, berziarah, dan bersyukur.
Bukan seperti stigma yang selama ini beredar di media sosial. “Sebagai tempat berdoa, bukan tempat yang ditakuti,” tulis akun tersebut mengawali pernyataannya.
Mereka menjelaskan, jauh sebelum era media sosial dipenuhi berbagai narasi sensasional, Gunung Kawi Pernah terjadi lebih dulu menjadi destinasi wisata religi. Ribuan peziarah disebut datang membawa doa, harapan, dan rasa syukur.
Kehadiran mereka Bahkan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang bunga, pemilik warung, penginapan, Sampai saat ini sopir angkutan.
“Di sinilah nilai-nilai luhur tetap terjaga, diwariskan, dan terus hidup dari generasi ke generasi. Bagi kami, Gunung Kawi bukanlah kisah yang dibuat-buat. Gunung Kawi Merupakan rumah,” tulisnya.
Berbeda dari pengelola menyebut, citra Gunung Kawi perlahan berubah seiring berkembangnya media sosial. Mereka menilai ada sebuah konten yang mengejar sensasi yang kemudian dipercaya masyarakat dibanding sejarah panjang serta nilai Kearifan Lokal yang Pada dasarnya dimiliki kawasan tersebut.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











