loading…
Satu per satu Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI diganti jadi Pelaksana Tugas (Plt). Tercatat lebih dari 14 Asprov yang Di waktu ini dipimpin oleh Plt Ketua.
Secara kasat mata, hal itu terlihat biasa sebagai bagian rotasi, penyegaran, atau penunjukan sementara. Tapi Bila dilakukan serentak di banyak daerah tanpa pola yang jelas. Pertanyaannya jadi berubah, ini pembenahan atau dugaan penyalahgunaan kewenangan?
Maraknya penunjukan Plt Ketua Asprov dampaknya langsung terasa di lapangan. Program pembinaan usia muda terancam tertunda, komunikasi dengan Tim anggota macet, dan kepemimpinan daerah jadi gamang.
“Kita (pengurus) di daerah Bahkan bertanya-tanya apa Penjelasannya belum ditetapkan Bahkan Ketua Asprov Sampai Di waktu ini. Dulu kan saat periode jabatan habis, Plt ditunjuk Penjelasannya karena bencana alam Sumatera. Tapi Pada Saat ini Bahkan kan Pernah terjadi selesai tanggap bencananya. Dan daerah yang tak kena bencana kok Bahkan ditunjuk Plt. PSSI Sangat dianjurkan jawab ini,” ujar mantan Ketua Asprov Jabar (Jabar), Tommy Apriantono saat dihubungi wartawan, Senin (15/6).
Saat disinggung hal ini bukan hanya soal pergantian figur tapi Bahkan soal tata kelola serta adanya dugaan abuse of power, Tommy kembali menyerahkan hal ini kepada PSSI untuk menjawabnya.
“Dalam Statuta kan ada Exco yang secara kolektif kolegial memutuskan hal tersebut. Yang menunggu kepastian kan Pada dasarnya pengurus kabupaten/kota sebagai voter di Asprov,” ucap Tommy yang posisinya Di waktu ini digantikan Plt Ketua Asprov Jabar, Vivin Cahyani Sungkono.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











