Kuburan Paus Terbesar dan Terdalam di Dunia Terungkap, Lebih Misterius dari Luar Angkasa?


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebanyaknya ilmuwan menemukan kumpulan sisa bangkai paus terdalam dan terbesar yang pernah tercatat di dasar laut. Temuan tersebut berada di Zona Diamantina, Samudra Hindia bagian tenggara, pada kedalaman mencapai sekitar 7.000 meter.

Penemuan itu mencakup fosil-fosil paus purba serta ekosistem runtuhan paus (whale-fall) yang masih aktif dan diperkirakan Pernah terjadi terbentuk selama sedikitnya 5,3 juta tahun.

Salah satu Tempat yang ditemukan memiliki tiga ruas tulang belakang paus berparuh pada kedalaman 6.789 meter. Para peneliti menyebut situs tersebut sebagai ekosistem whale-fall aktif terdalam yang pernah didokumentasikan Sampai sekarang Pada Saat ini Bahkan.

Whale-fall merupakan Trend Populer ketika bangkai paus yang tenggelam ke dasar laut menjadi sumber nutrisi bagi berbagai organisme laut dalam. Ekosistem ini dapat bertahan selama puluhan Sampai sekarang ratusan tahun dan menjadi habitat bagi beragam spesies yang hidup di lingkungan ekstrem.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Institut Ilmu dan Rekayasa Laut Dalam (Institute of Deep-Sea Science and Engineering/IDSSE) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS). Studi ini melibatkan kolaborasi dengan Universitas Pisa di Italia serta Earth Sciences New Zealand yang berbasis di Wellington, Selandia Baru.

Para ilmuwan menilai temuan tersebut dapat Menyediakan wawasan baru mengenai evolusi kehidupan laut dalam, proses penguraian organik di dasar samudra, serta sejarah lingkungan laut yang berlangsung selama jutaan tahun.

Penemuan ini Bahkan menambah pemahaman tentang ekosistem laut dalam yang masih menyimpan banyak misteri dan belum sepenuhnya terungkap oleh penelitian ilmiah modern.

Whale-Fall dan Mengapa Bangkai Paus Bisa Bertahan Jutaan Tahun?

Di kedalaman samudra yang gelap dan nyaris tanpa sumber makanan, bangkai paus memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan laut dalam. Trend Populer ini dikenal sebagai whale-fall, yaitu ketika tubuh paus yang mati tenggelam ke dasar laut dan menjadi sumber nutrisi bagi berbagai organisme yang hidup di lingkungan ekstrem.

Seekor paus dewasa dapat membawa puluhan ton biomassa ke dasar samudra. Ketika bangkai tersebut mencapai dasar laut, berbagai hewan pemakan bangkai seperti ikan, udang, dan cacing laut Berniat memanfaatkannya sebagai sumber makanan. Setelah jaringan lunaknya habis, tulang-tulang paus masih dapat menopang kehidupan organisme khusus yang mampu memperoleh energi dari senyawa kimia yang dihasilkan selama proses penguraian.

Karena itulah para ilmuwan sering menyebut whale-fall sebagai “oasis kehidupan” di laut dalam. Ekosistem yang terbentuk di sekitar bangkai paus dapat bertahan selama puluhan Sampai sekarang bahkan ratusan tahun, Menyajikan habitat bagi berbagai spesies yang sulit menemukan sumber makanan lain di kedalaman ekstrem.

 


Loading…


sumber : Xinhua


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้