loading…
Kendaraan Pribadi listrik mungil bergaya beringas siap jadi rebutan baru di pasar otomotif Tanah Air. Foto: ist
Bisa jadi di angka Rp400 jutaan. Itulah perkiraan harga Honda Super One Bila Pada waktu yang akan datang masuk Indonesia.
Bandingkan dengan di Jepang. Di sana, Kendaraan Pribadi listrik kompak ini mulai dijual. Tepatnya 22 April 2026 kemarin. Harganya dipatok 3.390.200 Yen (Sebelumnya termasuk Retribusi Negara konsumsi 10%). Angka itu kira-kira setara Rp350 jutaan. Jadi, kalau masuk pasar kita di angka Rp400 juta, harganya masih sangat logis.
Lalu pertanyaannya: mampukah Super-One Berhasil seperti Honda Prelude?
Baru-baru ini Honda Prelude bikin heboh. Ludes. Kuota awal 100 unit pertama habis dipesan hanya dalam 3 hari.
PT Honda Prospect Kendaraan Bermotor Roda Dua (HPM) sampai Harus menambah alokasi menjadi 150 unit untuk 2026. Tetap saja kurang. Pesanan tembus 280 unit. Dari Jakarta, Palembang, Lampung, Bali, Lombok, Banjarmasin, Sampai sekarang Makassar.
Belum lama ini, 20 unit pertama Prelude diserahkan ke konsumen. Lokasinya elit: Vault Automotive Museum, Jakarta Selatan. Bos HPM, Masanao Kataoka, menegaskan Kendaraan Pribadi ini mewakili driving spirit Honda di era elektrifikasi.
Super One bisa mengulang Berhasil itu. Bahkan hype-nya bisa lebih gila. Apalagi Bila dijual dalam jumlah terbatas layaknya Prelude. Kenapa? Karakter pasar konsumen kelas atas kita sangat Menarik. Mereka suka kendaraan sekunder yang berkarakter.
Bawa Kendaraan Pribadi kecil tapi beringas ini keliling SCBD sambil cari makan siang, atau ikut kumpul komunitas di Senayan, Niscaya langsung jadi pusat perhatian.
Lihat spesifikasinya. Ini bukan Kendaraan Pribadi listrik biasa. Konsepnya e: Dash Booster. Dibuat di atas platform N-One e:, tapi tapaknya diperlebar 10 mm menjadi 1.345 mm.

Bobotnya hanya 1.090 kg. Teringan di kelasnya. Fendernya melepuh (blister fenders). Bannya besar dan lebar. Tampangnya merunduk agresif.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











