5 Makanan-Minuman Ini Bisa Picu Pertumbuhan Sel Kanker, Batasi Hari Ini!

Jakarta

Kanker merupakan penyakit yang kompleks. Berbagai faktor bisa berkontribusi pada perkembangan penyakit ini, salah satunya pola makan.

Pola makan merupakan salah satu faktor Keseharian terpenting yang Sangat dianjurkan dipertimbangkan, sebab Sebanyaknya penelitian menunjukkan bahwa beberapa makanan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu.

Makanan yang Bisa Mengoptimalkan Risiko Kanker

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru W Sudoyo, SpPD-KHOM menjelaskan, faktor risiko pemicu kanker pada orang dewasa mayoritas disebabkan oleh Keseharian dan lingkungan sekitar. Menurutnya, penting untuk memahami berbagai faktor risiko kanker Supaya bisa penyakit ini bisa dicegah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“95 faktor persen risiko kanker itu dari lingkungan, Keseharian, kebiasaan, maupun hal-hal yang masuk dalam tubuh atau kita hirup,” kata Prof Aru kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Healthline, beberapa makanan bisa Mengoptimalkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, yang dikaitkan dengan jenis kanker tertentu. Ada pula makanan lain yang mengandung karsinogen, zat berbahaya yang berpotensi menyebabkan kanker.

Berikut di antaranya:

1. Daging Olahan

Daging olahan Merupakan semua jenis daging yang Pernah terjadi diawetkan dengan Trik diasap, diasinkan, Sampai sekarang dikalengkan. Sebagian besar daging olahan merupakan daging merah. Beberapa contoh daging merah olahan di antaranya:

  • Sosis
  • Kornet sapi
  • HAM
  • Hot dog

Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan bisa menghasilkan zat karsinogen. Pengawetan daging dengan nitrit Bahkan bisa membentuk karsinogen yang disebut dengan senyawa N-nitroso. Sementara, pengasapan daging bisa menyebabkan terbentuknya Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) yang bersifat karsinogenik.

Sebuah ulasan tahun 2019 menyebut daging merah atau olahan bisa Mengoptimalkan risiko kanker lambung. Kendati demikian, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengindentifikasi hubungan ini.

2. Makanan yang Digoreng

Ketika makanan bertepung dimasak dalam suhu tinggi, terbentuk senyawa yang disebut dengan akrilamida. Hal ini bisa terjadi selama menggoreng, memanggang, Sampai sekarang membakar.

Makanan bertepung yang digoreng memiliki akrilamida. Kandungan ini ada pada produk seperti kentang goreng dan keripik kentang.

Akilamda terbukti bersifat karsinogenik dalam penelitian yang dilakukan pada tikus. Studi pada tahun 2020 menyatakan bahwa akrilamida merusak DNA dan menginduksi apoptosis atau kematian sel.

Mengonsumsi banyak makanan yang digoreng Bahkan Mengoptimalkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Kondisi ini bisa memicu stres oksidatif dan peradangan, yang selanjutnya Mengoptimalkan risiko kanker.

3. Makanan yang Terlalu Matang

Memasak makanan terlalu lama, terutama daging bisa menghasilkan zat karsinogen. Daging yang dimasak dengan suhu terlalu tinggi Akan segera menghasilkan PAH dan heterocyclic amines (HCA) yang bersifat karsinogenik. Zat-zat ini bisa Mengoptimalkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel tubuh.

Food and Drug Administration (FDA) Bahkan menyatakan bahwa memasak makanan bertepung, seperti kentang terlalu lama Akan segera Mengoptimalkan pembentukan akrilamida.

Untuk mengurangi risiko terkena karsinogen dari masak dengan suhu tinggi, coba metode memasak seperti:

  • Merebus perlahan (poaching)
  • Memasak dengan panci presto
  • Memanggang atau membakar dengan suhu lebih rendah
  • Memasak perlahan dengan slow cooker.

4. Makanan Manis dan Karbohidrat Olahan

Makanan yang manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung bisa Mengoptimalkan risiko kanker. Beberapa contoh makanan tersebut di antaranya:

  • Roti putih
  • Nasi putih
  • Sereal manis

Mengonsumsi makanan dengan kandungan gula dan pati yang tinggi bisa Mengoptimalkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Kedua kondisi ini bisa memicu peradangan dan stres oksidatif yang Mengoptimalkan risiko terkena jenis kanker tertentu.

Sebuah tinjauan tahun 2019 menyatakan bahwa diabetes tipe 2 bisa Mengoptimalkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (rahim).

Untuk itu, coba ganti makanan-makanan tersebut dengan:

  • Roti gandum utuh
  • Pasta gandum utuh
  • Beras merah

5. Alkohol

Ketika mengonsumsi alkohol, hati memecahnya menjadi asetaldehida, senyawa karsinogenik. Menurut tinjauan tahun 2017, asetaldehida Mengoptimalkan kerusakan DNA dan stres oksidatif. Terlebih lagi, senyawa ini Bahkan mengganggu fungsi kekebalan tubuh, sehingga menyulitkan tubuh untuk menargetkan sel prakanker dan kanker.

(elk/up)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้