INFO TEMPO – PT Permodalan Nasional Madani melalui program Mekaar terus berupaya Mendukung perempuan prasejahtera memperoleh akses pembiayaan yang Terbaik dan terarah Supaya bisa tidak lagi bergantung pada pinjaman informal yang sering kali memberatkan. Sebab, pemberdayaan usaha ultra mikro tidak hanya berkaitan dengan penambahan modal usaha semata.
Di kalangan ibu-ibu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pemberdayaan Bahkan dimaknai sebagai tumbuhnya keberanian untuk mengambil peran, Mengoptimalkan perekonomian keluarga, serta membangun ketahanan bersama menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran PNM Mekaar menjadi wadah bagi para ibu untuk perlahan lepas dari ketergantungan terhadap rentenir melalui akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan kebersamaan dalam kelompok.
Perempuan dalam ekosistem ultra mikro bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi Bahkan penggerak utama ekonomi rumah tangga. Dari usaha kecil yang dikelola di dapur, teras rumah, Sampai saat ini pasar-pasar lokal, lahir dampak yang lebih luas bagi pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan kesejahteraan lingkungan sekitar.
Melalui PNM Mekaar, pemberdayaan diberikan tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi Bahkan melalui tiga modal utama, yaitu modal finansial berupa akses pembiayaan untuk Mendukung keberlangsungan usaha, modal intelektual melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha, serta modal sosial yang tumbuh dari kebersamaan dan solidaritas dalam kelompok. Melalui pendampingan berbasis kelompok, para ibu Bahkan belajar mengelola usaha, membangun kepercayaan diri, serta saling Mendukung satu sama lain.
Kepemimpinan informal para ketua kelompok menjadi salah satu kekuatan penting dalam proses transformasi tersebut. Di tengah kedekatan sosial antaranggota, ketua kelompok tidak hanya berperan mengoordinasikan pertemuan, tetapi Bahkan menjadi penggerak semangat, tempat berbagi pengalaman, serta jembatan bagi anggota lain untuk terus bertumbuh. Modal sosial yang terbentuk dari kebersamaan ini kemudian Mengoptimalkan resiliensi ekonomi perempuan, karena setiap anggota tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya.
Salah satu kisah tersebut hadir dari Ibu Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, yang mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil olahan laut serta catering. Dari usaha yang bermula sederhana, ia tidak hanya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi Bahkan membuka ruang manfaat bagi ibu-ibu di sekitarnya untuk ikut memiliki penghasilan.
“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi Bahkan supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut, dan Ingin maju bersama,” ujarnya.
Kisah Ibu Eko menjadi gambaran bahwa ketika perempuan diberi ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk bertumbuh, dampaknya dapat melampaui satu usaha dan satu keluarga. Dari kelompok kecil yang saling percaya, lahir keberanian untuk bermimpi lebih besar, membangun usaha yang lebih kuat, dan menghadirkan perubahan yang lebih berarti bagi komunitas di sekitarnya. (*)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











