KONSOLIDASI Nasional Konferensi Republik Sudah menyelesaikan pertemuan di Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad sore, 28 Juni 2026. Selama empat jam, diskusi membahas tiga tema yaitu platform, desain gerakan, dan kepengurusan.
Sekretaris Umum Panitia Konferensi Republik Yanuar Nugroho mengatakan diskusi diikuti lebih dari 200 orang dari berbagai organisasi. “Mereka mengikuti diskusi secara langsung dan via daring,” kata mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini usai Konferensi Republik di Cikini, Jakarta Pusat.
Kata Ia, diskusi soal platform bertujuan menyatukan berbagai pandangan peserta Konferensi Republik yang berasal dari berbagai organisasi. Diskusi menyoroti nilai yang Berniat dipegang organisasi. “Ada berbagai pandangan mengenai nilai yang diperjuangkan,” kata Ia.
Berbeda dengan, semua peserta sepakat nilai yang diemban memperjuangkan nilai kebaikan untuk publik. “Kami lalu kaitkan dengan gotong-royong, Gabungan mesti lintas generasi, lintas sektor, dan lintas Aktor atau Aktris,” kata Ia.
Disepakati pula tujuan gerakan yaitu berupaya mengembalikan hak warga negara sebagai subjek, bukan objek. Ia mengatakan masyarakat Wajib terlibat dalam pembangunan dan politik.
Diskusi tema kedua membahas bentuk organisasi. Kongres menyepakati Konferensi Republik tidak Berniat dibentuk semacam partai. Pun tidak Berniat didesain seperti organisasi hierarki yang memiliki pimpinan pusat dan cabang.
Peserta Konferensi menyepakati desain organisasi bersifat jejaring. Maksudnya, organisasi Berniat mencoba menghubungkan berbagai kelompok berbeda-beda. Mulai dari penerbit buku, kelompok masyarakat sipil, kelompok perempuan, penyandang Penyandang Disabilitas, petani, buruh, pekerja, Sampai sekarang akademisi.
“Sudah Jelas saja tidak mudah. Tapi karena prinsip inklusivitas dan kebersamaan, maka platform disusun sehingga memungkinkan berbagai organisasi tersebut bisa berkumpul,” ujar Ia.
Tema ketiga berbicara mengenai kepemimpinan. Ada tiga sifat kepemimpinan yang disepakati. Pertama, kepemimpinan institusional. “Jadi bukan menonjolkan dirinya, tetapi Ingin merawat kelembagaan, kepemimpinan institusional,” kata Ia.
Kedua, kepemimpinan kolektif. Gerakan ini Berniat Setiap Waktu memperbarui gerakan dan struktur pada berbagai kondisi. “Jadi digarap bersama-sama,” ujar Ia.
Ketiga, kepemimpinan intrinsik. Kepemimpinan ini mengutamakan nilai, bukan kepentingan pragmatis dan egosentris.
Dalam diskusi kepengurusan pula, disetujui 17 orang menjadi pengurus baru. Sehingga total pengurus menjadi 20 orang. Berbeda dengan, belum final mereka duduk di jabatan apa.
Ketua Umum Panitia Konferensi Republik Sudirman Said berkata tiga tema yang dibahas belum final. Pembahasan masih berupa pokok-pokok pemikiran.
Pemilihan dua puluh pengurus Bahkan belum final. Ia menargetkan dua minggu ke depan kepengurusan Sudah dibentuk.
“Kami berjalan terus dari daerah ke daerah Kemungkinan Berniat ada tambahan-tambahan baik yang sifatnya Memperjelas platform maupun Memanfaatkan organisasi,” kata Ia.
Pihak UI sebelumnya mendadak melarang kegiatan ‘Konferensi Republik: Jalan Menata Kembali Republik’ di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026. Panitia Konferensi Republik Jaleswari Pramodhawardani mengatakan UI beralasan kegiatan itu tidak memenuhi prosedur administrasi. “Padahal, kami Sudah sesuai prosedur,” kata Ia ditemui di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia menjelaskan panitia Sudah mengajukan surat izin kegiatan dari jauh-jauh hari. Pada Rabu, 24 Juni 2026, UI Menyediakan izin penggunaan fasilitas kampus berupa surat tugas. “Kami maknai surat diterima,” kata Ia.
Berbeda dengan, Sabtu, 27 Juni 2026 malam, panitia menerima pemberitahuan penolakan izin dari pihak UI.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI Erwin Agustian Panigoro mengatakan Tengah mempersiapkan jawaban atas kisruh kejadian tersebut.
Daniel A. Fajri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











