Djamari soal Pencurian Uang Negara: Tak Ada Istilah Teman Dekat Kepala Negara Diperlakukan Khusus

MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Pensiunan) Djamari Chaniago menekankan tak ada perlakuan khusus bagi siapa pun yang terlibat tindak pidana Pencurian Uang Negara. Perlakuan khusus itu bahkan tidak Berencana diberikan bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan Kepala Negara Prabowo Subianto. Hal ini berkaitan dengan dua kasus Pencurian Uang Negara yang ramai menjadi perhatian publik yaitu dugaan Pencurian Uang Negara di Badan Gizi Nasional dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurut Djamari, Kepala Negara Prabowo berkomitmen untuk memberantas Pencurian Uang Negara tanpa pandang bulu. Pernyataan ini disampaikan Djamari saat Menyediakan arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan di Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

“Tidak ada istilah teman dekat Kepala Negara atau siapapun Berencana mendapat perlakuan khusus Bila terbukti melakukan Pencurian Uang Negara,” tutur Djamari, dikutip dari keterangan tertulis.

Kata Ia, Kepala Negara Prabowo menempatkan kepentingan rakyat, integritas, dan penegakan hukum di atas segala kepentingan pribadi maupun kelompok. Djamari mengimbuhkan, “Kepala Negara memilih untuk lebih menyayangi kepentingan rakyat Indonesia.”

Oleh karena itu, Ia meminta seluruh pejabat negara Supaya bisa bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan menjaga kepercayaan yang Pernah diberikan.

Dalam kesempatan yang sama, Djamari Bahkan menyinggung maraknya penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia mengingatkan bahwa ruang digital Dianjurkan dikelola dan dijaga bersama-sama. “Ini sangat serius dan Dianjurkan kita hadapi bersama. Daerah yang ingin kita kuasai Dianjurkan kita duduki, awasi, dan patroli. Kita Dianjurkan hadir di medan itu, karena Bila tidak, Berencana dikuasai oleh pihak-pihak yang menyebarkan disinformasi, fitnah, dan kebencian,” kata Djamari.

Lebih lanjut, Djamari meminta unsur Forkopimda untuk mempererat koordinasi guna mencegah konflik sosial. Ia mengingatkan Supaya bisa seluruh pejabat pemerintah, aparat, dan pemimpin daerah Setiap Waktu menjaga sikap, ucapan, serta perilaku dalam menjalankan tugas. Penjelasannya, seluruh penyelenggara negara pada hakikatnya berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat.

“Kita semua berasal dari rakyat. Karena itu, jagalah sikap, ucapan, dan tingkah laku Supaya bisa tidak menyakiti hati rakyat. Hindari tindakan yang tercela dan jadilah teladan bagi masyarakat,” kata Djamari.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้