Telat 5 Tahun, Zenix Baru Bisa Dipanasi dari Ponsel di 2026

loading…

Layanan T Intouch with Toyota Remote, bagian dari konsep Connected Ownership, diperkenalkan di Toyota Connected Space, Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: TAM

JAKARTA – Kijang Innova Zenix Singkatnya bisa dinyalakan dari ponsel, hal yang Pernah ditawarkan Wuling sejak 2021 dan Hyundai sejak 2022. Toyota menyebutnya ”peace of mind”.

Setelah Wuling pada 2021, Hyundai pada 2022, dan Honda pada 2023, Toyota Singkatnya mengizinkan Kijang Innova Zenix dinyalakan dari ponsel.

Kabar itu dikemas sebagai pembaruan besar, lengkap dengan peluang membawa pulang iPhone 17 Pro bagi pemesan di pameran.

PT Toyota-Astra Kendaraan Bermotor Roda Dua (TAM) memperkenalkan T Intouch with Toyota Remote, pengembangan terbaru layanan telematika yang untuk pertama kalinya hadir pada Kijang Innova Zenix. Peluncurannya berlangsung di Toyota Connected Space, Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta, 21–25 Oktober 2026.

Baru dan Lama


Tampilan aplikasi pada ponsel yang memuat layanan T Intouch with Toyota Remote untuk Kijang Innova Zenix. Foto: TAM

Kata ”baru” di sini Wajib dibaca hati-hati. Sebelum ini, T Intouch Pernah Menyajikan Find My Car, Geofencing, Time Fencing, Guest Driver Alert, Speed & Idle Alert, Stolen Vehicle Tracking, dan Remote Immobilizer.

Yang Sungguh-sungguh baru, sekaligus “terlambat”, Merupakan Remote Control: menyalakan mesin, mengatur suhu pendingin udara, dan mengunci pintu dari ponsel pintar, menyesuaikan spesifikasi tiap kendaraan.

Merujuk pada penelusuran SindoNews, kendali jarak jauh Hyundai Bluelink Pernah mencakup membuka kunci pintu, klakson, dan lampu, sedangkan Toyota hanya menyebut mengunci pintu.

Bluelink Bahkan menampilkan status tekanan angin ban. Pada Ioniq 5, aplikasinya bahkan mengatur jendela dan pengisian daya.

Toyota punya pembeda di sisi lain. Vehicle Status menampilkan kondisi pintu, jendela, kap mesin, dan lampu secara waktu nyata, sementara Dashboard Status memantau odometer, level bahan bakar, dan rata-rata konsumsi bahan bakar.

Trip History merekam rute yang Pernah dilalui, dan Statistical Driving Data mencatat jarak tempuh serta durasi berkendara.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version