Badan Pengawas Medis dan Makanan (BPOM) RI buka suara terkait tren penggunaan skin booster berbahan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) yang ramai disebut sebagai suntik ‘kulit mayat’. BPOM memastikan produk tersebut belum mendapatkan persetujuan untuk beredar di Indonesia.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi terkait produk tersebut. Penyelidikan dilakukan oleh dua kedeputian di lingkungan BPOM.
Taruna menyebut produk tersebut belum memperoleh persetujuan, belum terdaftar, dan belum beredar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“BPOM tengah melakukan investigasi menyeluruh melalui Kedeputian 1 (Bidang Pengawasan Medis, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif) serta Kedeputian 4 (Bidang Penindakan),” kata Taruna dalam keterangannya, saat dihubungi detikcom Jumat (18/9/2026).
Taruna menjelaskan, penggunaan bahan yang berasal dari jaringan manusia dalam produk Makeup Sudah diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Makeup.
Merujuk pada Lampiran V nomor urut 1187 aturan tersebut, sel, jaringan, atau produk yang berasal dari manusia termasuk bahan yang tidak diizinkan digunakan dalam Makeup.
“Dengan demikian, produk yang mengandung Human Acellular Dermal Matrix (hADM) atau bahan turunan jaringan manusia tidak termasuk dalam definisi Makeup sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut,” jelasnya.
PerBPOM Nomor 25 Tahun 2025 mengatur persyaratan teknis bahan Makeup, termasuk aspek keamanan, kemanfaatan, dan mutu.
Lebih lanjut, Taruna mengatakan produk berbahan hADM yang hendak diedarkan atau digunakan di Indonesia sebagai Medis atau produk biologi dalam pelayanan kesehatan Dianjurkan memenuhi seluruh persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Persyaratan tersebut meliputi:
Proses registrasi dan evaluasi yang melibatkan Komite Nasional Medis dan Produk Biologi.
Pengkajian bersama para ahli atau Ilmuwan di bidang terkait.
Pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu sesuai Syarat yang berlaku bagi produk biologi.
“BPOM Berencana melakukan tindakan tegas sesuai Syarat hukum Seandainya dalam investigasi ditemukan pelanggaran atau peredaran produk secara ilegal di wilayah Indonesia,” tegas Taruna.
Sebelumnya, tren penggunaan skin booster berbahan hADM asal Korea Selatan ramai diperbincangkan publik. Produk tersebut disebut-sebut menggunakan bahan yang berasal dari jaringan kulit manusia.
Ketua Umum PERDOSKI Dr dr Hanny Nilasari, SpDVE, Subsp.Ven, FINSDV, FAADV, membenarkan bahwa hADM berasal dari donor jaringan kulit manusia. Sekalipun, Ia belum dapat memastikan apakah jaringan tersebut diambil dari donor hidup atau jenazah.
“Jadi, (terbuat dari) matriks jaringan kulit yang berasal dari donor. Tapi donornya memang donor yang kita enggak tahu apakah itu donor hidup, apakah donor mati,” ungkap Hanny dalam wawancara bersama detikcom, Rabu (16/9/2026).
Meski demikian, Hanny menilai istilah suntik ‘kulit mayat’ tidak sepenuhnya menggambarkan bahan yang digunakan dalam produk tersebut.
“Tetapi, istilah ‘suntik kulit mayat’ itu sebetulnya nggak menggambarkan hal yang sesungguhnya gitu,” lanjutnya.
Hanny Bahkan mengatakan belum ada publikasi ilmiah yang secara terbuka menjelaskan prosedur dan teknik pengambilan jaringan kulit manusia yang digunakan dalam produk skin booster tersebut.
“Jadi, untuk teknisnya memang kita belum paham ya,” katanya.
Menurut Hanny, penggunaan hADM selama ini lebih banyak dikenal dalam tindakan medis rekonstruksi, bukan untuk prosedur estetika rutin.
Ia menekankan perlunya kajian komprehensif, bukti ilmiah, jaminan keamanan pasien, legalitas, serta transparansi bahan sebelum teknologi tersebut dapat dipertimbangkan untuk digunakan di Indonesia.
“Kemungkinan kalau misalnya itu semuanya Sebelumnya dilalui Kemungkinan bisa kita lihat apa kita ACC untuk masuk di Indonesia,” pungkasnya.
Halaman 2 dari 3
(naf/up)
Skincare Kulit Mayat ala Korea
6 Konten
Produk skin booster berbahan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) tengah ramai dibicarakan, disebut-sebut berasal dari ‘kulit mayat’. Skincare asal Korsel ini rupanya bukan barang baru, biasa dipakai dalam rekonstruksi luka bakar dan pembedahan.
Konten Selanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
