Gabungan masyarakat sipil yang terdiri dari aktivis dan akademikus membentuk tandingan Kabinet Merah Putih pemerintahan Pemimpin Negara Prabowo Subianto yang dinamakan Kabinet Bayangan. Ketua Panitia Seleksi Kabinet Bayangan, Feri Amsari, mengatakan bahwa kabinet ini dibentuk sebagai oposisi pemerintah karena hilangnya check and balances terhadap eksekutif.
Berbeda dari, Feri menegaskan Kabinet Bayangan tidak bertujuan untuk merebut kekuasaan pemerintahan Prabowo. “Kabinet Bayangan Merupakan platform pengawasan dan penyusun alternatif kebijakan berbasis bukti, bekerja pro-bono, dan bersifat non-partisan,” kata Ia dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas ini menjelaskan urgensi pembentukan Kabinet Bayangan lantaran Di waktu ini Bahkan hampir seluruh Organisasi Politik Membantu pemerintah. Walhasil, tidak ada oposisi formal yang cukup kuat mengimbangi kebijakan Prabowo.
Menurut Feri, Kabinet Bayangan Merupakan representasi kabinet zaken yang susunan menterinya berasal dari kalangan ahli di bidangnya dan bukan perwakilan dari Organisasi Politik tertentu. Terdapat 15 orang yang Terfavorit menjadi menteri setelah diseleksi dari 121 pendaftar dan 102 orang rekomendasi jaringan masyarakat sipil.
Daftar nama dari menteri kabinet bayangan antara lain:
1. Menteri Sekretaris Negara: Feri Amsari
2. Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara: Armand Suparman
3. Menteri Luar Negeri: Shofwan Al-Banna Choiruzzad
4. Menteri Lini belakang: Curie Maharani
5. Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal: Khoirunnisa Nur Agustyati
6. Menteri Hukum dan Kebijakan Negara: Yance Arizona
7. Menteri Perekonomian: Media Wahyudi Askar
8. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran: Bhima Yudhistira Adhinegara
9. Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Pergantian Iklim: Iqbal Damanik
10. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Iman Zanatul Haeri
11. Menteri Riset, Teknologi dan Digital: Nenden Sekar Arum
12. Menteri Kesehatan: Irma Hidayana
13. Menteri Sosial dan Layanan Dasar: Nabiyla Risfa Izzati
14. Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan: Isnawati Hidayah
15. Sekretaris Kabinet: Ahmad Jilul Q.F.
Feri memaparkan, Trik kerja menteri kabinet bayangan Merupakan dengan menjadi counterpart langsung dari menteri di Kabinet Merah Putih. Dengan begitu, setiap kebijakan pemerintah Akan segera mendapat gagasan pembanding dan bukan komentar umum.
“Seluruh posisi kebijakan mengacu pada satu kerangka keberpihakan pada rakyat. Kerangka ini menjadi rujukan tunggal saat menteri bayangan maupun sekretariat merespons isu apa pun, sehingga publik dapat mengenali garis sikap Kabinet Bayangan meski disampaikan oleh menteri yang berbeda-beda,” kata Ia.
Kabinet Bayangan berencana menggelar public hearing untuk menjaring aspirasi masyarakat, kemudian mengkalibrasinya lewat kajian dan dibawa ke forum publik untuk diuji bersama dengan menteri Kabinet Merah Putih. Ia menegaskan bahwa kabinet ini tidak disokong oleh kekuatan politik manapun dan terbuka bagi siapapun.
“Pendanaan operasional Di waktu ini Bahkan berasal dari urunan internal, tanpa dana asing maupun korporasi. Ke depan, kami Akan segera membuka penggalangan dana publik melalui platform crowdfunding,” ucap Feri.
Pilihan Editor: Untuk Apa Partai Pemerintah Meributkan Politik Dua Kaki PDIP
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
