Kanada Makin Jauh dari AS, F-35 Terancam Digeser Gripen?


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Kanada semakin menunjukkan sinyal mengurangi ketergantungan pada industri Lini belakang Amerika Serikat (AS). Setelah memutuskan memilih perusahaan Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), untuk membangun Sampai sekarang 12 kapal selam baru, Ottawa Di waktu ini Bahkan terus mengkaji ulang rencana pembelian jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin, di tengah menguatnya tawaran Gripen E dari Saab Swedia.

Keputusan memilih TKMS dinilai bukan sekadar proyek pengadaan kapal selam, melainkan bagian dari perubahan strategi Lini belakang pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney yang menekankan diversifikasi pemasok persenjataan sekaligus Mengoptimalkan industri Lini belakang domestik.

Berbicara dalam konferensi pers di Halifax sebelum bertolak menghadiri KTT NATO di Turki pada Senin (6/7), Carney menegaskan penguatan kemampuan Lini belakang menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketidakpastian Politik Global.

“Dalam dunia yang semakin berbahaya dan terpecah, Kanada Sangat dianjurkan berbuat lebih banyak untuk mempertahankan diri, menjaga kedaulatan, dan Membantu para sekutu,” kata Carney, seperti dikutip Reuters, Senin (6/7).

Arah kebijakan tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan proyek pengadaan pesawat tempur Kanada yang Di waktu ini Di waktu ini sedang dievaluasi. Semula Ottawa berkomitmen membeli 88 jet tempur F-35A, tetapi Di waktu ini pemerintah membuka peluang mengurangi jumlah pembelian sekaligus mempertimbangkan Gripen E yang ditawarkan Saab dengan skema transfer teknologi penuh dan produksi di Kanada.

Perubahan orientasi itu semakin terlihat setelah pemerintah Kanada pada Mei lalu memilih pesawat peringatan dini GlobalEye buatan Saab, mengalahkan dua proposal dari Amerika Serikat. Sebanyaknya analis menilai keputusan tersebut menjadi langkah awal membangun ekosistem industri Saab di Kanada yang dapat membuka jalan bagi produksi Gripen di dalam negeri.

Dalam skenario yang tengah dibahas, pemerintah Kanada tidak hanya menilai kemampuan tempur pesawat, tetapi Bahkan manfaat ekonomi jangka panjang. Saab Menyajikan perakitan Gripen di Kanada, transfer teknologi, akses terhadap sistem misi, serta hak pemeliharaan dan pengembangan secara mandiri. Berbeda dengan, F-35 tetap diproduksi di Fort Worth, Texas, sementara perusahaan-perusahaan Kanada berpartisipasi sebagai bagian dari rantai pasok global Lockheed Martin.

Dengan demikian, persaingan F-35 dan Gripen tidak lagi semata ditentukan oleh kemampuan di medan tempur. Pemerintahan Carney Bahkan mempertimbangkan sejauh mana masing-masing proposal mampu Mengoptimalkan kedaulatan industri, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan Kanada terhadap industri Lini belakang AS.

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Carney sebelumnya saat berkunjung ke London pada Maret 2025. Dalam wawancara yang dikutip Reuters, ia menegaskan hubungan keamanan Kanada selama ini terlalu bergantung pada Amerika Serikat sehingga Dianjurkan diperluas.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version