Sering Dikira Masuk Angin Biasa, Waspadai 5 Gejala Awal Penyakit Liver Ini

Jakarta

Liver atau organ hati memiliki peran penting bagi tubuh, mulai dari menyaring racun dalam darah, mengolah nutrisi, Sampai saat ini Membantu melawan infeksi. Ketika organ ini mengalami kerusakan, berbagai fungsi tersebut tidak dapat berjalan secara optimal.

Penyakit liver merupakan istilah umum untuk berbagai kondisi yang menyebabkan kerusakan pada hati dan mengganggu fungsinya. Menurut dokter spesialis gastroenterologi di Hackensack Meridian Health Center, dr Douglas Weine, penyakit liver mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi normal hati, mulai dari penyakit hati berlemak nonalkohol (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), hepatitis, Sampai saat ini kanker hati.

Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari ringan Sampai saat ini mengancam nyawa. Ada penyakit liver yang berkembang perlahan selama bertahun-tahun, tetapi ada pula yang muncul dengan lebih Mudah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian jenis penyakit liver dapat diobati, bahkan dipulihkan Seandainya terdeteksi sejak dini. Justru, ada Bahkan yang bersifat kronis sehingga memerlukan penanganan dan pemantauan jangka panjang. Terapi Berniat disesuaikan dengan Dalang serta tingkat kerusakan hati yang dialami pasien.

Dalang penyakit liver

Dikutip dari Penn Medicine, penyakit liver dapat terjadi karena berbagai faktor. Sebagian Dalang bersifat sementara dan dapat dipulihkan, sementara lainnya dapat menimbulkan kerusakan permanen Bila tidak ditangani.

Salah satu Dalang yang paling umum Merupakan konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang. Kebiasaan ini dapat merusak sel-sel hati dan memicu penyakit hati akibat alkohol (alcoholic liver disease).

Sementara itu, pada orang yang jarang atau tidak mengonsumsi alkohol, penyakit hati berlemak nonalkohol (nonalcoholic fatty liver disease/NAFLD) dapat terjadi akibat penumpukan lemak berlebih di hati. Kondisi ini sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes, atau sindrom metabolik.

Penyakit liver Bahkan dapat dipicu oleh gangguan autoimun maupun kelainan genetik. Misalnya, primary biliary cirrhosis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saluran empedu kecil di dalam hati. Ditambah lagi, kelainan bawaan seperti penyakit Wilson atau defisiensi alpha-1 antitripsin dapat menyebabkan penumpukan zat beracun yang merusak sel-sel hati.

Dalang lainnya meliputi paparan Resep-obatan atau zat beracun, misalnya mengonsumsi acetaminophen (parasetamol) dalam dosis berlebihan atau terpapar Nutrisi Tambahan herbal tertentu maupun bahan kimia industri yang dapat merusak hati.

Seandainya berlangsung dalam jangka panjang, berbagai Dalang tersebut dapat berkembang menjadi sirosis, yaitu kondisi ketika jaringan hati mengalami kerusakan dan digantikan oleh jaringan parut. Dalam beberapa kasus, perubahan jaringan dan sel hati akibat sirosis Bahkan dapat Memanfaatkan risiko terjadinya kanker hati.

Gejala awal penyakit liver

Penyakit liver sering kali berkembang secara perlahan sehingga gejalanya dapat berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya. Pada tahap awal, tanda-tandanya cenderung ringan dan tidak spesifik.

Bahkan, beberapa gejalanya sekilas dapat menyerupai keluhan sehari-hari seperti masuk angin sehingga kerap diabaikan. Dikutip dari Gastroenterology Consultants of San Antonio, gejala yang dapat muncul antara lain:

1. Mudah lelah

Beberapa orang dengan penyakit hati mengalami kelelahan atau kantuk yang ekstrem, bahkan setelah tidur yang cukup.

2. Mual

Mual dan muntah yang sering terjadi dapat menjadi salah satu tanda awal penyakit hati. Biasanya, hal ini merupakan respons terhadap penumpukan zat beracun yang tidak lagi dapat dibersihkan oleh hati.

3. Nyeri ringan pada perut

Penyakit hati dapat menyebabkan pembesaran hati (hepatomegali). Hal ini Bahkan dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di perut. Akibatnya, timbul rasa sakit, kembung, dan ketidaknyamanan, terutama di bagian perut kanan atas.

4. Menggigil

Ketika hati rusak akibat penyakit hati, racun menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dapat memicu respons imun, yang mengakibatkan demam dan menggigil.

5. Kehilangan nafsu makan

kehilangan nafsu makan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan

Seiring perkembangan penyakit, gejala Berniat menjadi semakin jelas dan lebih mudah dikenali. Berikut beberapa tanda penyakit liver yang Harus diwaspadai.

1. Kulit dan bagian putih mata menguning

Menurut dokter spesialis hepatologi sekaligus asisten profesor di Yale School of Medicine, dr Bubu Banini, salah satu tanda penyakit liver yang sering muncul Merupakan kulit atau bagian putih mata menguning (jaundice atau penyakit kuning).

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin, yaitu pigmen yang terbentuk dari proses alami pemecahan sel darah merah. Normalnya, bilirubin diproses oleh hati dan dikeluarkan dari tubuh. Justru, ketika fungsi hati terganggu, bilirubin dapat menumpuk sehingga menyebabkan kulit dan mata tampak menguning.

Meski kadar bilirubin yang tinggi tidak Setiap Saat berbahaya pada orang dewasa, kondisi yang mendasarinya bisa menjadi masalah serius. Karena itu, seseorang dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter Seandainya mengalami perubahan warna pada kulit atau bagian putih mata.

2. Urine berwarna gelap meski cukup minum

Urine berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan kurang minum atau dehidrasi. Justru, menurut dr Douglas Weine, kondisi ini Bahkan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada hati.

Penumpukan bilirubin dapat membuat warna urine berubah menjadi oranye tua, cokelat, atau kuning keemasan (amber). Bila seseorang Pernah terjadi mencukupi kebutuhan cairan tetapi warna urine tetap gelap, sebaiknya jangan diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain, termasuk penyakit liver.

3. Kebingungan atau perubahan kondisi mental

Lupa sesekali merupakan hal yang wajar. Justru, perubahan kondisi mental yang terjadi secara tiba-tiba tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi salah satu tanda gangguan fungsi hati.

“Orang yang sebelumnya sehat dapat mengalami gagal hati akut yang ditandai dengan perubahan kondisi mental atau kepribadian, seperti disorientasi, kebingungan, atau mudah mengantuk,” ujar dr Bubu Banini.

Seandainya mengalami gejala tersebut, segera cari pertolongan medis untuk mengetahui penyebabnya.

4. Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, atau perut

Pembengkakan pada kaki atau perut Kemungkinan tidak langsung dikaitkan dengan penyakit liver. Justru, menurut dr Douglas Weine, kondisi ini dapat menjadi tanda kerusakan hati, terutama pada pengidap sirosis.

Sirosis menyebabkan aliran darah melalui hati menjadi terhambat sehingga Memanfaatkan tekanan pada vena porta, yaitu pembuluh darah yang membawa darah ke hati.

Akibatnya, cairan dapat menumpuk di tungkai (edema) maupun di rongga perut (asites). Penumpukan cairan Bahkan dapat terjadi karena hati tidak mampu memproduksi protein penting, seperti albumin, dalam jumlah yang cukup.

5. Mudah memar dan mengalami perdarahan

Orang dengan kerusakan hati Bahkan cenderung lebih mudah memar atau mengalami perdarahan, bahkan akibat Cidera ringan.

Hal ini terjadi karena hati berperan menghasilkan berbagai protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah. Ketika fungsi hati menurun, produksi protein tersebut ikut terganggu sehingga darah lebih sulit membeku dan risiko perdarahan meningkat.

Tahapan penyakit liver

Dikutip dari Health University of Utah, penyakit liver umumnya berkembang melalui empat tahap, yaitu:

1. Peradangan (inflamasi)

Pada tahap awal, hati mengalami pembengkakan atau peradangan akibat Cidera atau kerusakan. Pada fase ini, sebagian besar pengidap belum merasakan gejala apa pun.

2. Fibrosis

Bila Dalang peradangan tidak ditangani, hati Berniat mulai mengalami fibrosis, yaitu terbentuknya jaringan parut. Kebanyakan pengidap masih mengalami sedikit atau bahkan tidak ada gejala. Justru, Seandainya fibrosis terdeteksi sejak dini oleh dokter spesialis hepatologi, kondisi ini umumnya masih dapat ditangani.

3. Sirosis

Tanpa Terapi, fibrosis dapat berkembang menjadi sirosis, yaitu kerusakan hati yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut yang lebih luas dan berat. Perjalanan dari fibrosis ringan Sampai saat ini sirosis dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Pada tahap ini, sebagian pengidap baru mulai merasakan gejala ketika kerusakan hati Pernah terjadi cukup parah.

4. Gagal hati

Bila terus berlanjut, fibrosis atau sirosis dapat menyebabkan gagal hati, yaitu kondisi ketika hati tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Pada tahap ini, transplantasi hati Kemungkinan menjadi satu-satunya pilihan Terapi yang tersedia.

(suc/tgm)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version