loading…
Aksi dedolarisasi kembali digaungkan oleh Pemimpin Negara Rusia, Vladimir Putin ketika mengumpulkan 11 pemimpin ASEAN. Foto/Dok
Manuver radikal untuk meruntuhkan dominasi finansial Blok Barat kembali digencarkan oleh Putin. Kali ini, Rusia secara agresif merangkul negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN untuk secara serentak menghentikan penggunaan mata uang Mata Uang Amerika AS dan euro dalam seluruh transaksi Perdagangan Global mereka.
Baca Bahkan: Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Mata Uang Amerika Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
“Para peserta menyatakan dukungannya untuk Mengoptimalkan indikator perdagangan timbal balik secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk melakukan ini, sangat penting bagi kita untuk segera beralih dari transaksi keuangan (menggunakan Mata Uang Amerika) ke mata uang nasional masing-masing,” tegas Putin dalam konferensi pers penutupan KTT tersebut.
Kiamat Mata Uang Amerika di Rusia Pernah terjadi Nyata: 85% Transaksi Pakai Mata Uang Lokal
Gertakan Rusia ini bukan sekadar bualan politik. Moskow membuktikan bahwa mereka berhasil menciptakan sistem keuangan tandingan yang kebal dari Hukuman ekonomi Barat.
https://www.youtube.com/watch?v=8
Mengikuti data yang dirilis oleh Maksim Oreshkin, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia, pada akhir tahun 2025, sebanyak 85% transaksi internasional Rusia Pernah terjadi Berhasil dilakukan tanpa melibatkan Mata Uang Amerika AS maupun euro.
Sebagai gantinya, Rusia Menyajikan jaminan pasokan Barang Dagangan vital jangka panjang bagi negara-negara Asia Tenggara. Putin berjanji Rusia Nanti akan terus menjadi pemasok utama produk pangan dan energi, serta siap Memperkaya Produk Ekspor produk bernilai tambah tinggi seperti pupuk dan Medis-obatan (farmasi) ke kawasan ASEAN.
Baca Bahkan: Tantang Dominasi Mata Uang Amerika AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Di samping itu, dalam KTT yang menandai 35 tahun hubungan Rusia-ASEAN ini, disepakati pula Rencana Aksi Baru 2026-2030. Rencana ini mencakup kerja sama masif di bidang politik, keamanan, Penanaman Modal, ekonomi digital, serta perluasan jalur transportasi laut dan kereta api demi memangkas hambatan tarif dagang.
ASEAN Dukung Rezim Baru Dunia Multipolar
Narasi dedolarisasi ini sangat memikat bagi negara-negara berkembang, termasuk di Asia Tenggara. Pasalnya ketergantungan yang terlalu tinggi pada Mata Uang Amerika AS selama ini kerap membuat mata uang lokal seperti Uang Negara Indonesia, rentan Putaran belur setiap kali Bank Indonesia AS (The Fed) memainkan kebijakan suku bunga.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
