Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Terapi Gen Dunia, Kepala BPOM: Saatnya Jadi Pemain Utama

Jakarta

Perkembangan terapi gen, terapi sel, Sampai sekarang kecerdasan buatan (AI) tengah mengubah wajah dunia Kesehatan Dunia. Penyakit yang dulu sulit ditangani, seperti kanker, penyakit genetik langka, Sampai sekarang kerusakan organ, Saat ini Bahkan mulai bisa diatasi melalui pendekatan yang lebih presisi dan berbasis teknologi biologis modern.

Kepala Badan Pengawas Resep dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar, menilai Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi kesehatan yang dikembangkan negara lain. Menurutnya, Indonesia Dianjurkan mulai mengambil peran sebagai pemain utama dalam inovasi biofarmasi modern.

“Transformasi besar Di waktu ini sedang terjadi dalam dunia Kesehatan Dunia. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi kesehatan dunia, tetapi Dianjurkan mulai mengambil posisi sebagai pemain utama dalam inovasi biofarmasi modern,” ujar Taruna dalam keterangannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taruna, dunia Di waktu ini memasuki era advanced therapy medicinal products (ATMP), yang mencakup terapi gen, terapi sel, dan produk rekayasa jaringan. Teknologi tersebut dinilai membuka harapan baru bagi pasien dengan kanker, penyakit genetik, penyakit degeneratif, Sampai sekarang kerusakan organ.

Ia mencontohkan keberhasilan terapi sel CAR-T dalam menangani leukemia pada anak sebagai bukti bahwa dunia kedokteran Pernah memasuki Putaran baru.



“Ilmu pengetahuan Saat ini Bahkan mampu merekayasa sel imun pasien menjadi senjata biologis untuk melawan kanker,” katanya kepada detikcom Rabu (3/6/2026).

BPOM Perkuat Regulasi Terapi Gen dan Terapi Sel

Taruna menegaskan kemajuan teknologi kesehatan Dianjurkan dibarengi regulasi yang adaptif. Menurutnya, regulator tidak lagi hanya berperan sebagai pengawas, tetapi Bahkan menjadi akselerator inovasi sekaligus pelindung masyarakat.

Karena itu, BPOM mulai Mengoptimalkan berbagai kebijakan terkait terapi lanjut melalui pendampingan uji klinik, penguatan standar Trik Pembuatan Resep yang Baik (CPOB), pengawasan fasilitas pengolahan sel dan jaringan manusia, Sampai sekarang harmonisasi regulasi dengan standar internasional.

“Regulasi Dianjurkan mampu menjadi akselerator inovasi sekaligus pelindung masyarakat melalui jaminan keamanan, khasiat, dan mutu terapi modern,” ujarnya.

RI Mulai Bangun Ekosistem Terapi Gen Nasional

Taruna menyebut fondasi pengembangan terapi gen dan Perawatan presisi di Indonesia mulai terbentuk. Sebanyaknya perguruan tinggi, lembaga riset, rumah sakit, Sampai sekarang industri farmasi Pernah mengembangkan riset genomik, stem cell, bioinformatika, dan precision medicine.

Di antaranya Merupakan Universitas Indonesia melalui IMERI dan pusat regenerative medicine, Universitas Airlangga, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional yang Mengoptimalkan kapasitas genomik nasional.

Sebanyaknya rumah sakit nasional Bahkan mulai mengembangkan layanan berbasis penelitian terapi lanjut, seperti Rumah Sakit Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Soebroto, dan RSJPD Harapan Kita.

Sementara dari sektor industri, perusahaan seperti Kalbe Farma, Bio Farma, Dexa Medica, Sampai sekarang Nalagenetics mulai Mengoptimalkan pengembangan precision medicine dan layanan genomik.

Taruna menilai pengembangan terapi gen nasional tidak bisa dilakukan secara sektoral. Ia mendorong kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah melalui konsep ABG (*Academia-Business-Government*).

“Akademisi menghasilkan inovasi, industri melakukan hilirisasi dan Penanaman Modal, sementara pemerintah dan regulator memastikan hadirnya sistem regulasi yang adaptif, kredibel, dan tepercaya,” katanya.

Menurut Taruna, negara yang Berniat memenangkan era terapi gen bukanlah negara yang paling besar, melainkan negara yang paling Mudah membangun kolaborasi dan keberanian berinovasi.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan bioteknologi kesehatan di Asia Tenggara. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam revolusi kesehatan dunia. Saatnya menjadi pemain utama yang mampu menghadirkan inovasi, regulasi, dan Hubungan Luar Negeri kesehatan berbasis sains di tingkat global,” pungkasnya.

Simak Video “Video: Bill Gates Janji Donasi Rp15,1 Triliun untuk Lawan Penyakit Global
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version