Dulu kala, tekanan darah tinggi sebagian besar dikaitkan dengan penuaan. Tapi Di waktu ini dokter menemukan kasus stroke pada orang yang jauh lebih muda.
Dikutip dari laman Times of India, Pola Hidup modern secara diam-diam Sebelumnya mengubah Tips tubuh manusia bereaksi terhadap stres. Jantung seringkali menjadi yang menanggung akibatnya.
“Tekanan darah Sebelumnya sampai pada titik di mana stres Sebelumnya begitu terintegrasi ke dalam kehidupan kita, sehingga kita hampir tak menyadari efek mendalam yang ditimbulkannya pada tubuh kita,” kata Konsultan Psikiater Dewasa dan Seksolog Dr Mouryadeep Ghatak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jam kerja yang panjang, kebiasaan bermain media sosial sampai larut malam, pola makan yang tidak sehat, dan ketidakmampuan untuk melepaskan diri secara mental setelah bekerja Sebelumnya menciptakan siklus sistem saraf yang tetap aktif hampir Tanpa henti.
Tubuh merespons dengan melepaskan hormon stres berulang kali. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan peradangan dan berkurangnya fleksibilitas pembuluh darah. Hal tersebut mempersulit tekanan darah kembali ke tingkat istirahat normal.
Kurang Tidur Bisa Merusak Jantung secara Diam-diam
Salah satu kaitan antara stres dan tekanan darah Merupakan kurang tidur. Sebab, tidur sangat penting bagi jantung dan pembuluh darah untuk pulih dari tuntutan fisik aktivitas siang hari.
“Biasanya, seseorang mengalami penurunan tekanan darah saat tidur ketika jantung bisa beristirahat,” kata Dr Ghatak.
Meskipun demikian demikian, stres kronis sering mengganggu periode pemulihan tersebut. Paparan ponsel di malam hari Bahkan mengurangi produksi melatonin, hormon yang memberi sinyal kepada otak untuk bersiap tidur.
Banyak orang yang masih masa stres sebelum tidur. Hasilnya Ia mendapat durasi tidur yang pendek, tidak nyenyak. atau insomnia.
“Bila kurang tidur menjadi kebiasaan bagi seseorang, kadar hormon stresnya Akan segera tetap tinggi, yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah secara Tanpa henti, dan ketidakmampuan untuk menurunkan tekanan darah di malam hari,” kata Dr Ghatak.
Tak hanya memengaruhi hormon, stres Bahkan mengubah perilaku. Orang yang Tanpa henti berada di bawah tekanan cenderung lebih sering tidak berolahraga, bergantung pada makanan olahan, lebih banyak merokok, sering minum alkohol, atau kurang aktif secara fisik.
Kebiasaan ini bisa Mengoptimalkan risiko hipertensi. Hal yang membuat hipertensi berbahaya yaitu penyakit ini berkembang secara diam-diam.
“Orang yang mengalami stres bahkan tidak menyadari bahwa faktor ini memengaruhi jantung, ginjal, pembuluh darah, dan otak mereka sampai kerusakan mulai menimbulkan gejala fisik,” katanya.
Menurut CDC, tekanan darah tinggi seringkali tidak memiliki gejala yang jelas. Itu sebabnya banyak orang baru menyadari setelah komplikasi mulai terjadi.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video Temuan CKG: 1 dari 5 Remaja Sebelumnya Alami Hipertensi“
[Gambas:Video 20detik]
(elk/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
