Bisnis  

IHSG Pekan Depan Diprediksi Koreksi ke 6.510, Tertekan Rebalancing MSCI

loading…

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih Nanti akan dibayangi oleh tekanan jual dan volatilitas yang cukup tinggi pekan depan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih Nanti akan dibayangi oleh tekanan jual dan volatilitas yang cukup tinggi pada perdagangan pekan depan. Sebanyaknya sentimen negatif dari pasar global maupun domestik diperkirakan bakal memicu kelanjutan aksi ambil untung oleh para pelaku pasar.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan bahwa secara teknikal posisi indeks saham gabungan Pada Saat ini Bahkan masih rentan mengalami penurunan lebih lanjut. “Untuk sepekan ke depan kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.510 dan resist 6.917,” kata Herditya dikutip, Sabtu (16/5/2026).

Baca Bahkan: IHSG Jeblok 1,98% ke 6.723 Sore Ini, 428 Saham Merana

Menurut Didit, setidaknya ada empat faktor krusial yang Nanti akan memengaruhi psikologis pasar dan arah pergerakan dana Penanaman Modal dalam beberapa hari ke depan. Pertama, sentimen ketegangan Politik Global yang belum mereda, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz, masih menjadi kekhawatiran utama penentu stabilitas Ekonomi Internasional.

Kemudian, yang kedua, adanya penyesuaian bobot saham dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memicu peningkatan tekanan jual serta arus modal keluar (outflow) dari pasar saham domestik. “Tekanan jual dan outflow dari IHSG mengenai rebalancing MSCI,” ungkap Didit.

Ketiga, menurut Didit, pelaku pasar menanti rilis kebijakan moneter Bank Indonesia, di mana tingkat suku bunga acuan diproyeksikan bertahan di level 4,75 persen. Terakhir, investor Nanti akan terus memantau pergerakan Kurs Mata Uang Uang Negara Indonesia terhadap USD AS yang belakangan ini mengalami tekanan di pasar internasional. “Investor masih Nanti akan mencermati Nanti akan Kurs Mata Uang Uang Negara Indonesia terhadap USD,” pungkas Didit.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version