Nobar Layar Lebar Pesta Babi di Universitas Udayana Didatangi TNI

KEGIATAN nonton bersama sekaligus diskusi Layar Lebar dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana didatangi prajurit TNI (TNI). Kedatangan aparat militer terjadi ketika penayangan Layar Lebar hampir selesai pada Kamis malam, 14 Mei 2026.

Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH Unud, Gusde Manuaba, mengatakan seorang prajurit berpakaian loreng lengkap khas tentara masuk ke Tempat acara nonton bareng di halaman FH Unud. Prajurit TNI yang mengaku anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Dauh Puri Kelod itu datang tanpa diundang.

“Menjelang akhir Layar Lebar, kami dikagetkan dengan kehadiran salah seorang anggota TNI yang tiba-tiba datang dan masuk ke dalam lingkup acara,” kata Ia ketika dihubungi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Ketua BEM FH Unud I Gusti Agung Roman Kertajaya bercerita, prajurit TNI itu menanyakan perizinan atas kegiatan nobar dan diskusi Layar Lebar karya Dandhy Laksono serta Cypri Paju Dale ini. Menurut Ia, tindakan aparat TNI yang menanyakan perihal izin kegiatan janggal.

Sebab, kata Roman, baru kali ini kegiatan organisasi yang mendiskusikan isu nasional melalui penayangan Layar Lebar dimintai izin oleh TNI. Padahal, Ia menyatakan organisasinya Sebelumnya menerima izin dari dekanat FH Unud untuk menggelar kegiatan pemutaran Layar Lebar Pesta Babi tersebut.

“Kami sedari dulu sering melakukan kegiatan bertajuk Beranda Hukum dan diskusi mengenai suatu isu, tapi baru kali ini didatangi oleh pihak TNI dan bertanya seputar perizinan,” ucap Roman.

Meski suasana sempat tidak kondusif setelah kedatangan prajurit TNI, BEM FH Unud memastikan tidak ada tindak Tindak Kekerasan ataupun keributan yang terjadi dalam insiden tersebut. Selama Layar Lebar Ke arah bagian akhir, prajurit TNI itu terus-menerus menanyakan perihal perizinan kegiatan nonton bersama itu. 

Meskipun demikian demikian, BEM FH Unud tetap melanjutkan kegiatan dengan menayangkan Layar Lebar tersebut. Kegiatan nonton bersama Layar Lebar yang menyoroti perihal proyek strategis nasional yang merampas ruang hidup masyarakat adat Papua itu bisa dituntaskan.

“Prajurit TNI itu (Kesimpulannya) melihat dari lorong saja. Jaraknya agak dekat dengan penonton,” ucap Gusde. 

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Donny Pramono belum merespons. Jenderal bintang satu ini hanya membaca pesan yang dikirim ke nomor WhatsApp-nya.

Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana mengatakan belum mengetahui adanya kegiatan nonton bareng yang digelar di lingkungan kampus. Terkait kegiatan diskusi, Ia menyatakan Berencana tetap menjaga muruah kampus untuk tetap independen sebagai bentuk aktualisasi atas kebebasan mimbar akademik.

Meskipun demikian demikian, Ia berujar rektorat bakal melakukan tindakan tegas Bila dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut memuat pelanggaran. “Kami tetap menindak tegas Bila kegiatan akademik itu materinya bermuatan pada esensi yang mengarah pada pelanggaran norma etika akademik,” ucap Ia ketika dihubungi pada Jumat, 15 Mei 2026.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version