PEMBEKALAN penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini Berencana diisi oleh TNI (TNI) dan digelar di kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Program itu Wajib diikuti seluruh penerima beasiswa program magister (S2) dan doktor (S3), baik tujuan dalam negeri maupun luar negeri, sebelum memasuki masa perkuliahan.
Berikut Sebanyaknya fakta ihwal pelibatan TNI dalam pembekalan LPDP 2026:
Dijadwalkan Berlangsung 5 Hari
Merujuk pada surat kegiatan yang diterima Tempo, pembekalan itu Berencana berlangsung pada 4-9 Mei 2026 di Gedung Marsekal Sukardi, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Sebagian materi dalam agenda itu disebut Berencana disampaikan oleh TNI.
Dalam surat itu, tercatat sebanyak 206 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas penerima beasiswa program magister dan doktor, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri. Semua rangkaian kegiatan bersifat Wajib sebelum peserta memulai perkuliahan.
Surat yang sama menyebutkan bahwa pembekalan bertujuan Menyediakan penguatan pola pikir, kemandirian, penanaman nilai luhur bangsa, penguatan nasionalisme, serta internalisasi nilai dan Kearifan Lokal LPDP.
Kebijakan tersebut menuai keberatan dari Sebanyaknya penerima beasiswa. Salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya mempertanyakan keterlibatan TNI dalam pemberian materi.
Menurut Ia, peserta diinformasikan Berencana menginap di tenda selama kegiatan berlangsung dan dibatasi menggunakan telepon seluler hanya satu jam per hari.
“Saya mendapat info nanti kami Berencana menginap di tenda, lalu tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh pegang handphone satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan buat apa?” ujarnya.
Pernah Sampaikan Ketidaksetujuan ke LPDP
Narasumber yang sama mengatakan Sebanyaknya penerima beasiswa Sudah menyampaikan Ketidaksetujuan kepada LPDP. Meskipun demikian, kata Ia, manajemen menyebutkan aturan tersebut merupakan keputusan final.
Bahkan, peserta dilarang membawa telepon genggam selama kegiatan pembekalan berlangsung. “Katanya sebelum ada Perundingan, syarat-syaratnya bahkan tidak boleh ada handphone sama sekali. Setelah ada Perundingan, jadi sehari bisa pegang handphone satu jam saja. Pada akhirnya, mereka bilang ini Sebelumnya keputusan manajemen,” ujarnya.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M. Lukmanul Hakim mengatakan keterlibatan TNI hanya untuk mendampingi kegiatan luar ruang. Personel TNI Berencana memandu kegiatan luar ruangan yang menjadi bagian dari rangkaian pembekalan penerima beasiswa. “Acara outdoor ini Bahkan Sudah diprogramkan dan dilaksanakan pada angkatan-angkatan sebelumnya. Bukan hal baru dalam pelaksanaan pembekalan penerima LPDP,” kata Lukman pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Lukman, kegiatan luar ruang itu dirancang untuk membangun kerja sama antarpeserta. Ia mengatakan materi pembekalan lain mencakup penguatan karakter, nilai kebangsaan, kedisiplinan, kesiapan mental, serta etik sebagai penerima beasiswa negara.
Lukman mengklaim agenda tersebut tidak sama dengan pelatihan bela negara, meski digelar di kawasan militer dan melibatkan personel TNI.
Penjelasan Menteri Pendidikan Tinggi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebutkan pembekalan bagi kandidat magister dan doktoral oleh TNI itu dilakukan untuk memastikan para peserta memiliki kesiapan saat Sangat dianjurkan belajar di dalam maupun di luar negeri. Kegiatan itu Bahkan bertujuan untuk menanamkan sikap disiplin, kerja keras, dan nilai-nilai kebangsaan kepada para penerima beasiswa dari negara.
Brian menepis pembekalan tersebut sepenuhnya Berencana dilakukan oleh TNI. “Jadi Pada akhirnya sih, kan LPDP ini butuh muatan-muatan disiplin ya, kerja keras, kebangsaan. Sehingga ketika belajar nanti, mereka ada semangat, bagaimana setelah kembali ke Indonesia dan bisa Menyediakan kontribusi Unggul untuk bangsa kita,” kata Brian saat ditemui di sela kegiatannya di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Raffi Ahmad Duta BPJS, Efektifkah Pesohor Mencegah Penyakit
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
