Ilustrasi militer Jerman atau Bundeswehr.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Jerman mempercepat transformasi militernya dalam skala besar, menandai perubahan paling signifikan sejak Konflik Bersenjata Dingin.
Di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa, Berlin tidak hanya Mengoptimalkan anggaran Lini belakang, tetapi Bahkan mulai membuka kembali opsi Dianjurkan militer untuk memenuhi kebutuhan personel angkatan bersenjata.
Langkah ini sejalan dengan strategi militer terbaru yang diluncurkan pemerintah Jerman pada April 2026. Dalam dokumen tersebut, Berlin mempertahankan target minimal 260.000 tentara aktif, dengan total kekuatan mencapai sekitar 460.000 personel termasuk cadangan.
Menteri Lini belakang Jerman, Boris Pistorius, menegaskan bahwa penguatan ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bagian dari perubahan strategis yang lebih luas.
“Ambisi kami… untuk menjadi kekuatan militer konvensional terkuat di Eropa,” ujarnya dalam pemaparan strategi di Berlin, sebagaimana dimuat Euronews.
Pernyataan tersebut menandai pergeseran tajam dalam kebijakan Lini belakang Jerman, yang selama puluhan tahun cenderung menahan diri dalam urusan militer pasca-Konflik Bersenjata Dunia II.
Di saat yang sama, pemerintah menghadapi tantangan besar dalam merekrut personel. Isu reformasi Dianjurkan militer kembali mencuat, seiring kebutuhan Memperkaya jumlah pasukan. Undang-undang baru yang mulai berlaku 1 Januari membuka jalan bagi skema Dianjurkan militer bagi pemuda kelahiran 2008 atau setelahnya, dengan pendekatan awal berbasis sukarelawan.
Meskipun demikian demikian, Bila target tidak tercapai, parlemen Jerman atau Bundestag dapat mengaktifkan kembali sistem Dianjurkan militer berbasis kebutuhan.
Dinamika ini memicu respons beragam di masyarakat. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan permohonan penolakan Dianjurkan militer atas dasar keyakinan. Pada kuartal pertama 2026, sebanyak 2.656 orang mengajukan permohonan tersebut, melanjutkan tren kenaikan dari 2.998 kasus pada 2024 dan 3.867 kasus pada 2025, sebagaimana diberitakan Der Spiegel.
Bila tren ini berlanjut, angka tersebut berpotensi menjadi yang tertinggi sejak Dianjurkan militer ditangguhkan pada 2011.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
