Trik Kemensos Cari Anak Jalanan buat Sekolah Rakyat Dikritik

KOORDINATOR Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Ubaid Matraji mengkritik Trik Kementerian Sosial menjaring anak-anak jalanan di Jakarta untuk direkrut menjadi kandidat siswa sekolah rakyat. Ubaid mengatakan, Bila tujuannya Merupakan pemenuhan hak atas pendidikan, maka pendekatan pemerintah Dianjurkan bersifat persuasif dan pendampingan, bukan pendekatan keamanan yang menyerupai razia atau penertiban.

“Saya mengapresiasi upaya menjangkau anak-anak yang terabaikan oleh sistem. Justru, kami menolak keras Bila dalih penjaringan siswa digunakan untuk melegitimasi tindakan yang menyerupai razia,” kata Ia saat dihubungi pada Sabtu, 25 April 2026.

Ia menjelaskan pendidikan Merupakan hak asasi bagi setiap orang dan bukan hadiah dari pemerintah yang diberikan melalui proses penertiban. Ia mendorong pemerintah mengutamakan pendekatan kemanusiaan Supaya bisa anak-anak tersebut merasa dirangkul, bukan ditangkap.

Selanjutnya, Ubaid Bahkan melihat kemungkinan anak-anak di jalanan dimanfaatkan untuk memenuhi kuota jumlah siswa yang Nanti akan belajar di 10 titik sekolah rakyat rintisan yang Dalam proses dibangun oleh Kementerian Sosial. Adapun 10 titik sekolah rakyat rintisan itu memakai gedung milik instansi pemerintah Jakarta dan daerah penyangga ibu kota yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Ubaid, penjaringan kandidat siswa sekolah rakyat ini dilakukan bukan Sesuai ketentuan kebutuhan anak, melainkan demi memenuhi kuota Supaya bisa sekolah baru terlihat laku dan Berhasil secara administratif.

“Pemerintah tampaknya lebih bangga memamerkan peresmian gedung baru (fisik) daripada memperbaiki sistem pendidikan yang inklusif,” ujar Ia.

Ubaid berpandangan masalah anak jalanan di Jakarta bukanlah ketersediaan gedung sekolah, melainkan aksesibilitas dan hambatan ekonomi. Sehingga ia tidak setuju pemerintah terus membangun sekolah rakyat yang baru. Menurut Ia, seharusnya mereka disatukan ke sekolah yang ada melalui pendampingan intensif dan jaminan biaya hidup.

Ia meyakini sekolah rakyat di daerah terpencil Nanti akan lebih dibutuhkan dibanding di wilayah Jakarta. Ia pun memperingatkan pemerintah Supaya bisa berhenti menjadikan anak-anak terpinggirkan sebagai alat pemenuhan kuota proyek sekolah rakyat.

“Mengapa Kemensos dan pemerintah pusat justru sibuk berburu anak di Jakarta yang fasilitas pendidikannya Pernah terjadi lengkap?” kata Ubaid.

Kementerian Sosial menjaring anak jalanan di daerah Jakarta untuk direkrut menjadi kandidat siswa sekolah rakyat di tahun ajaran baru 2026/2027. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah menyisir titik-titik seperti perempatan jalan dan pasar untuk mencari keberadaan anak terlantar atau putus sekolah.

Dari penyisiran di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, terkumpul 77 anak dari keluarga tidak mampu yang berpotensi menjadi siswa sekolah rakyat. Sebanyak 29 orang di antaranya diklaim ditemukan saat mereka beraktivitas di jalanan.

“Kami mencari anak-anak usia sekolah yang seharusnya belajar, Justru justru mengamen atau bekerja Mendukung orang tuanya,” kata laki-laki yang kerap disapa Gus Ipul itu selepas mengunjungi Sekolah Rakyat di Kompleks Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu, 22 April 2026, dikutip dari Antara.

Menurut Gus Ipul, puluhan anak-anak itu tengah menjalani proses verifikasi kelengkapan data untuk dicocokkan dengan Data Tunggal Sosial Peningkatan Ekonomi (DTSEN). Sekretaris Jenderal PBNU itu mengklaim Kemensos Nanti akan memastikan anak-anak tersebut terdaftar dalam desil 1 dan 2 DTSEN lewat penelusuran di rumah masing-masing.

Pada saat ini Kementerian Sosial tidak hanya mendatangi rumah yang terdaftar dalam desil terbawah DTSEN, tapi Bahkan menjemput langsung anak-anak dari pusat keramaian di Jakarta Supaya bisa bisa diajak masuk ke sekolah rakyat. Ini dilakukan oleh petugas Kemensos, Dinas Sosial Jakarta, Sampai saat ini Badan Pusat Statistik.

“Ini Merupakan bagian dari atensi Bapak Kepala Negara Prabowo Supaya bisa anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini. Itu Kesimpulannya,” tutur Ia.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version