REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Balasan Iran atas langkah Pemimpin Negara AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerang Iran diperkirakan bakal mengguncang dominasi Mata Uang Amerika AS. Penutupan Selat Hormuz tak hanya bisa mengganggu pasokan energi dunia, tapi Bahkan meruntuhkan dominasi Mata Uang Amerika AS.
Mata Uang Amerika AS selama ini digdaya sebagai mata uang cadangan dunia terutama karena hampir semua negara membeli sumber daya energinya dalam Mata Uang Amerika. Bila gangguan yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz secara efektif menyebabkan negara-negara besar memperdagangkan minyak dalam mata uang lain, maka hal ini dapat secara serius melemahkan hegemoni Mata Uang Amerika dalam cadangan Lembaga Keuangan Pusat dan perdagangan global.
Peringatan ini disampaikan oleh ahli strategi Deutsche Bank, Mallika Sachdeva dalam laporan khusus yang diterbitkan Selasa, dengan subjudul “badai sempurna bagi petrodolar.”
Apa itu sistem petrodolar? Alkisah, pada 1974 Pemimpin Negara AS Richard Nixon mengirim Menteri Luar Negeri Henry Kissinger ke Arab Saudi untuk mencapai kesepakatan rahasia. Tiga tahun sebelumnya, pada Agustus 1971, Nixon Pernah melakukan “kejutan” yang mengakhiri sistem Bretton Woods dan menangguhkan konvertibilitas Mata Uang Amerika terhadap Emas.
Dibujuk Kissinger, Riyadh Pada Pada akhirnya setuju untuk menentukan harga dan memperdagangkan minyaknya dalam Mata Uang Amerika AS dan menyalurkan keuntungan minyaknya kembali ke obligasi Departemen Keuangan AS. Sebagai imbalannya, Washington menjanjikan bantuan militer, peralatan, dan jaminan keamanan.
Kesepakatan itu secara diam-diam Nanti akan mengatur perekonomian global selama setengah abad ke depan. Keberadaan perjanjian rahasia ini baru terkonfirmasi secara publik Sampai sekarang tahun 2016, ketika Bloomberg News mengajukan permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi ke Arsip Nasional.
Anggota OPEC lainnya mengikuti jejak Riyadh pada tahun-tahun berikutnya, dan Pada Pada akhirnya menjadikan Mata Uang Amerika sebagai mata uang yang sangat digdaya di dunia modern. Dengan sistem itu, AS Bahkan bisa berutang dengan bayaran Murah nyaris tanpa batas.
Utang nasional AS melampaui 39 triliun Mata Uang Amerika AS pada 18 Maret 2026, sebuah tonggak sejarah yang dicapai hanya beberapa minggu setelah Konflik Bersenjata di Iran. Menurut Fortune, kecepatan akumulasi sangat mengejutkan, dan waktunya sangat buruk: biaya bunga utang diproyeksikan menjadi item dengan pertumbuhan tercepat dalam anggaran federal selama beberapa dekade mendatang, dan Amerika Serikat Pernah mengalami penurunan peringkat kredit dari ketiga lembaga pemeringkat utama – S&P pada tahun 2011, Fitch pada tahun 2023, dan Moody’s pada bulan Mei 2025.
Alasan mengapa hal ini penting secara Politik Global—bukan hanya secara fiskal—dapat ditelusuri kembali ke kesepakatan pada 1974 itu. Arab Saudi sendiri memiliki surat utang AS senilai 149,5 miliar Mata Uang Amerika AS pada bulan Desember 2025 – sebuah angka yang meningkat sebesar 12 miliar Mata Uang Amerika AS sepanjang tahun lalu, bahkan ketika Riyadh menolak untuk secara resmi memperbarui perjanjian petrodolar awal.
Lingkaran daur ulang inilah yang memungkinkan Washington berhutang dengan Murah, mengalami defisit yang terus-menerus, Sekalipun tetap bisa mempertahankan mata uangnya sebagai cadangan dunia.
Sachdeva berpendapat bahwa dominasi Mata Uang Amerika dalam perdagangan lintas batas bisa dibilang dibangun di atas petrodolar tersebut. Dan Pada saat ini Bahkan, fondasi tersebut kian lemah.
Sachdeva berpendapat, dunia Baru saja berubah dan sebagian besar minyak yang diproduksi di Timur Tengah dijual ke Asia, bukan Amerika, yang Di waktu ini menjadi eksportir bersih. Minyak Iran dan Rusia yang terkena Hukuman (menghasilkan sekitar 13 juta barel minyak mentah setiap hari, sekitar 14 persen dari konsumsi global) Pernah diperdagangkan “di luar jalur Mata Uang Amerika”. Ia mengamati, Saudi Pernah bereksperimen dengan bentuk pembayaran nondolar seperti infrastruktur Project mBridge, menggunakan mata uang digital Lembaga Keuangan Pusat.
Sachdeva menduga bahwa eskalasi konflik Teluk secara regional Mungkin sekali Nanti akan menantang asumsi mengenai payung keamanan yang disediakan AS, dan Mungkin sekali memaksa beberapa negara untuk mengurangi simpanan mereka dalam bentuk aset asing.
Misalnya saja, Sachdeva mencatat bahwa ada laporan dalam beberapa minggu terakhir dimana kapal tanker dijamin transit dengan Terpercaya melalui Selat Hormuz Bila pembayaran tarif yang dikenakan Iran dilakukan dalam mata uang China, yuan.
“Konflik ini dapat diingat sebagai katalis utama erosi dominasi petrodolar dan awal mula petroyuan.” Pertimbangan tambahan yang dikutip oleh Sachdeva Merupakan kemungkinan bahwa ketika dunia mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil, Mungkin sekali pada bahan bakar yang tersedia di dalam negeri, energi terbarukan, dan tenaga nuklir, maka kebutuhan untuk memegang Mata Uang Amerika Bahkan dapat dikurangi.
“Dunia yang mampu mencapai swasembada Lini pertahanan dan energi Bahkan bisa menjadi dunia yang memiliki lebih sedikit cadangan Mata Uang Amerika.”
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
