REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Angkatan Bersenjata Iran mengeklaim Sebelumnya berhasil menargetkan jet tempur F-15 yang menyerang di langit pantai selatan negara itu. Bila terbukti, ini pesawat ketujuh milik agresor AS-Israel yang terdampak dalam serangan ke Iran.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Ahad, Tentara Republik Islam Iran mengatakan bahwa Komando Lini belakang Udara Gabungan Sebelumnya mencegat dan menembakkan rudal darat ke udara ke jet tempur musuh di dekat pulau di Selat Hormuz beberapa jam yang lalu.
Militer Bahkan mencatat bahwa penyelidikan Tengah dilakukan untuk mengetahui nasib F-15 tersebut. Belum ada tanggapan dari pihak AS atau Israel atas penembakan pesawat tersebut.
Menurut postingan Tehran Times di media sosial, pesawat tersebut dicegat di pantai selatan Iran sebelum dijatuhkan di dekat Selat Hormuz. Laporan tersebut menggambarkan insiden tersebut sebagai keberhasilan pasukan Lini belakang udara Iran melawan gangguan musuh.
Intersepsi tersebut menambah penargetan enam pesawat militer sebelumnya, tiga di antaranya berada di langit Iran dan sisanya di Kuwait.
Hal ini lebih lanjut mencerminkan pernyataan Iran mengenai peningkatan kekuatan militer dan kesiapannya untuk mempertahankan wilayah udaranya di tengah agresi ilegal AS-Israel terhadap negara tersebut.
AS dan Israel melancarkan serangan kriminal militer terhadap Iran pada tanggal 28 Februari dengan membunuh Pemimpin Revolusi Islam Ayatullah Ali Khamenei, bersama dengan komandan militer senior, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara.
AS dan Israel Bahkan menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi Iran, menewaskan ratusan warga Iran. Iran mulai dengan Murah membalas agresi tersebut dengan meluncurkan rentetan serangan rudal dan drone ke wilayah-wilayah pendudukan Israel serta aset-aset AS di negara-negara regional.
Serangan terbaru ini terjadi beberapa hari setelah Iran mengklaim menjadi negara pertama yang mengenai F-35 Lightning 2 AS, jet generasi kelima yang disebut-sebut sebagai salah satu jet paling canggih di dunia. Laporan CNN, mengutip pejabat Lini belakang AS, mengonfirmasi bahwa sebuah F-35 memang melakukan pendaratan darurat, menambahkan bahwa pilotnya berhasil melontarkan diri dengan selamat dan penyelidikan Tengah dilakukan.
Sementara pada 1 Maret, tiga jet F-15E “Strike Eagle” secara keliru ditembak jatuh dalam insiden terpisah oleh Lini belakang udara Kuwait. Menurut CENTCOM, pesawat tersebut “keliru ditembak jatuh” oleh pasukan Kuwait selama operasi.
Dua pesawat pengisi bahan bakar KC-135 milik AS Bahkan terlibat insiden di wilayah udara Irak, Tempat kelompok sekutu Iran membombardir pangkalan-pangkalan AS. Salah satu pesawat itu jatuh, menewaskan enam awaknya; sedangkan satu lagi mendarat darurat di Bandara Ben Gurion di Israel. Pihak AS mengeklaim dua pesawat terlibat insiden kecelakaan, sedangkan kelompok perlawanan di Irak menyatakan mereka yang menembak jatuh pesawat.
Militer Iran Bahkan mengklaim Sebelumnya menargetkan jet tempur F-16 Israel di pusat negara tersebut dengan menggunakan rudal permukaan-ke-udara.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
